Senin, 22 Desember 2008

Gandum Berakhir Melemah oleh Maraknya Sentimen Negatif

Gandum Berakhir Melemah oleh Maraknya Sentimen Negatif
Senin, 22 Desember 2008 - 08:45
iznews _ Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari Sabtu lalu mengalami penurunan. Anjloknya harga minyak, raly dolar As, dan kekhawatiran yang makin berkembang tentang kondisi ekonomi global mengakibatkan harga gandum mengalami tekanan lanjutan (22/12). Kondisi-kondisi tersebut mengakibakan permintaan gandum global mengalami penurunan tajam. Resesi yang sedang dialami AS saat ini dikhawatirkan menjadi resesi yang terpanjang sejak era akhir perang dunia kedua. Untuk saat ini permintaan komoditas sangat lemah kaerna penurunan daya beli masyarakat dan minimnya penyaluran kredit perbankan untuk membeli komoditas. Harga gandum berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret pada penutupan perdagangan di CBOT mengalami penurunan sebesar 8.25 sen (1.4%) dan ditutup pada posisi 5.6325 dolar per bushel. Meskipun turun, akan tetapi minggu lalu harga gandum mengalami peningkatan sebesar 9.8%. sejak mencetak rekor tanggal 27 Februari lalu harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 58%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga komoditas pertanian akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Kurangnya permintaan mengakibatkan sulit bagi komoditas untuk bergerak menguat terlalu jauh. Kondisi ekonomi saat ini belum dapat memberikan kepercayaan bagi para investor komoditas untuk kembali meningkatkan pembeliannya. Harga gandum diperkirakan akan mengalami pergerakan pada level 4-6 dolar per barel untuk saat ini.

Kedelai Melemah oleh Anjloknya Minyak Mentah
Senin, 22 Desember 2008 - 08:30
iznews - Commodity) - Anjloknya harga minyak mentah pada perdagangan minggu lalu menjadikan harga kedelai sulit untuk berkelit dari tekanan. Pada akhir perdagangannya minggu lalu harga kedelai mengalami penurunan yang cukup signifikan mengiring penurunan harga minyak mentah dan rally dolar AS (22/12). Penurunan harga minyak mentah berimbas kepada penurunan harga kedelai karena kedelai merupakan salah satu komoditas yang lazim digunakan sebagai bahan baku ethanol. Ethanol merupakan bahan bakar alternatif yang digunakan sebagai pengganti minyak mentah. Penurunan harga minyak mentah menjadikan permintaan bahan bakar alternatif berkurang. Hagra kedelai berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 2 sen (0.2%) dan ditutup pada posisi 8.725 dolar per bushel. Minggu ini kedelai menggenapkan peningkatan sebesar 1.9%. sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 47%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga komoditas pertanian akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Kurangnya permintaan mengakibatkan sulit bagi komoditas untuk bergerak menguat terlalu jauh. Kondisi ekonomi saat ini belum dapat memberikan kepercayaan bagi para investor komoditas untuk kembali meningkatkan pembeliannya. Harga kedelai diperkirakan akan mengalami pergerakan pada level 8-9 dolar per barel untuk saat ini.

Jagung Melemah oleh Kekhawatiran Kondisi Ekonomi
Senin, 22 Desember 2008 - 08:23
iznews - Commodity) - Harga jagung berjangka pada perdagangan di bursa cbot yang berakhir hari Sabtu dini hari lalu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga jgung berjangka ini mengalami penurunan didorong oleh spekulasi makin melemahnya permintaan akibat kondisi ekonomi glaobal yang memburuk (22/12). Resesi yang terjadi di AS berawal sejak bulan Agustus tahun lalu akibat kolapsnya sektor perumahan di negara tersebut. Sejak saat itu ekonomi AS makin menunjukkan perburukan yang juga menular ke negara-negara lain di dunia seperti Eropa, Jepang, dan Inggris. Kondisi ini menjadikan prospek permintaan komoditas makin mengalami penurunan sehingga harganya terus bergerak melemah. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret di CBOT mengalami penurunan sebesar 8.75 sen (2.2%) dan ditutup pada posisi 3.8075 dolar per bushel. Minggu lalu hagra jagung membukukan peningkatan sebesar 1.9%. Harga kontrak paling aktif jagung di bursa CBOT telah mengalami penurunan sebesar 52% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu di posisi 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga komoditas pertanian akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Kurangnya permintaan mengakibatkan sulit bagi komoditas untuk bergerak menguat terlalu jauh. Kondisi ekonomi saat ini belum dapat memberikan kepercayaan bagi para investor komoditas untuk kembali meningkatkan pembeliannya. Harga jagung diperkirakan akan mengalami pergerakan pada level 3-4 dolar per barel untuk saat ini.

Kopi Berjangka Melemah oleh Rally Dolar
Senin, 22 Desember 2008 - 08:00
iznews - Commodity) - Harga kopi berjangka pada akhir perdagangan di bursa berjangka ICE Futures di New York hari Sabtu dini hari lalu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga kopi mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam empat sesi seiring dengan rebpund yang dialami oleh dolar AS. Rebound mata uang AS ini mengakibatkan para investor mengalihkan investasinya dari komoditas ke dolar. Kenaikan yang dialami oleh dolar AS mencapai 2.7% terhadap enam mata uang rival utamanya yang tergabung dalam indeks dolar. Kenaikan nilai tukar dolar AS ini dipicu oleh persetujuan Presiden Bush untuk mengucurkan dana senilai hampir 18 miliar dolar untuk menyelamatkan sektor otomotif yang hampir kolaps. Pada penutupan perdagangan minggu lalu harga kopi arabika berjangka untuk kontrak bulan Maret di New York melemah 1.55 sen (1.4%) dan ditutup pada posisi 1.1095 dolar per pon. Minggu lalu kopi berjangka membukukan penurunan mingguan sebesar 1.1%. sementara itu harga kopi robusta di London mengalami penurunan sebesar 60 dolar (3.2%) dan ditutup pada posisi 1801 dolar per metric ton. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi berjangka berpotensi untuk melemah dalam jangka panjang meskipun untuk saat ini sedang memasuki fase menguat musiman. Menjelang musim dingin, harga kopi cenderung menguat karena permintaan akan minuman hangat makin banyak. Kopi berjangka untuk saat ini diperkirakan masih akan bergerak di kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.

Emas Berjangka Berpotensi Untuk Menguat Lagi
Senin, 22 Desember 2008 - 07:00
iznews - Commodity) - Harga emas berjangka pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari Sabtu lalu membukukan kenaikan mingguan. Minggu lalu merupakan minggu ketiga harga emas mengalami peningkatan. Peningkatan harga emas ini merupakan kelanjutan dari spekulasi bahwa rally dolar akan terhenti (22/12). Pada akhir perdagangan minggu lalu, harga emas mengalami penutupan pada posisi 837.40 dolar per ons. Minggu lalu harga emas menggenapkan penurunan sebesar 2.1%. Pada tanggal 16 Desember lalu Fed menurunkan suku bunga sebesar 75 bps menjadi 0.25%. Penurunan suku bunga FFR ini menjadikan dolar melemah cukup tajam. Harga emas hingga saat ini telah mengalami penurunan sebesar 19% sejak mencapai level tertingginya sepanjang sejarah pada bulan Maret lalu. Pada saat itu harga emas melejit hingga mencapai level 1033 dolar per ons seiring dengan anjloknya dolar ke level rekor terendah terhadap euro. Menurut Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, kenaikan harga emas berpotensi berlanjut untuk jangka panjang dengan kemungkinan koreksi teknikal setelah mencapai di atas level 850 dolar per ons dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang emas berpotensi untuk kembali mencetak rekor tertinggi.

Minyak Mentah Rebound, OPEC Diharapkan Kembali Potong Kuota

Minyak Mentah Rebound, OPEC Diharapkan Kembali Potong Kuota
Senin, 22 Desember 2008 - 09:55
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah berjangka pada perdagangan elektronik Nymex hari ini (22/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga minyak mentah bergerak menguat cukup tajam dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksi bulan Januari mendatang. Sementara itu persetujuan stimulus fiskal di AS akan mengembalikan permintaan minyak mentah ke level yang cukup tinggi. Setelah penurunan sebesar 2.2 juta barel yang dilakukan tanggal 17 Desember lalu gagal memberikan sentimen menguat untuk harga minyak, Menteri Perminyakan Aarab Saudi, Ali al-Naimi, menyatakan bahwa OPEC berdeterminasi untuk menstabilkan harga minyak mentah. Komentar ini dinilai sebagai sinyal bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksinya. Hagra minyak mentah kontrak paling aktif terbaru, kontrak Februari, pada perdagangan elektronik hari ini mengalami peningkatan sebesar 2 dolar ( 4.5%) menjadi 44.36 dolar per barel. Kontrak bulan Januri pada saat jatuh temponya tanggal 19 Desember lalu mengalami penurunan sebesar 6.5% menjadi 33.87 dolar per barel. Harga penutupan kontrak Januari ini merupakan yang terendah sejak tanggal 10 Februari lalu. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga minyak akan mencapai kesinambungan di level 40 - 50 dolar per barel. Anjloknya harga minyak di bahwa 35 dolar per barel telah memacu aksi pembelian karena dianggap telah terlalu jauh. Meskipun demikian harga minyak tidak akan menguat terlalu jauh dari level 40 - 50 dolar per barel karena permintaan masih sangat lemah.

Minyak Mentah Rebound, OPEC Diharapkan Kembali Potong Kuota

Minyak Mentah Rebound, OPEC Diharapkan Kembali Potong Kuota
Senin, 22 Desember 2008 - 09:55
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah berjangka pada perdagangan elektronik Nymex hari ini (22/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga minyak mentah bergerak menguat cukup tajam dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksi bulan Januari mendatang. Sementara itu persetujuan stimulus fiskal di AS akan mengembalikan permintaan minyak mentah ke level yang cukup tinggi. Setelah penurunan sebesar 2.2 juta barel yang dilakukan tanggal 17 Desember lalu gagal memberikan sentimen menguat untuk harga minyak, Menteri Perminyakan Aarab Saudi, Ali al-Naimi, menyatakan bahwa OPEC berdeterminasi untuk menstabilkan harga minyak mentah. Komentar ini dinilai sebagai sinyal bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksinya. Hagra minyak mentah kontrak paling aktif terbaru, kontrak Februari, pada perdagangan elektronik hari ini mengalami peningkatan sebesar 2 dolar ( 4.5%) menjadi 44.36 dolar per barel. Kontrak bulan Januri pada saat jatuh temponya tanggal 19 Desember lalu mengalami penurunan sebesar 6.5% menjadi 33.87 dolar per barel. Harga penutupan kontrak Januari ini merupakan yang terendah sejak tanggal 10 Februari lalu. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga minyak akan mencapai kesinambungan di level 40 - 50 dolar per barel. Anjloknya harga minyak di bahwa 35 dolar per barel telah memacu aksi pembelian karena dianggap telah terlalu jauh. Meskipun demikian harga minyak tidak akan menguat terlalu jauh dari level 40 - 50 dolar per barel karena permintaan masih sangat lemah.

Emas Rebound oleh Terhentinya Rally Dolar

Emas Rebound oleh Terhentinya Rally Dolar
Senin, 22 Desember 2008 - 11:15
iznews - Commodity) - Harga emas berjangka pada perdagangan di Asia hari ini (22/12) terpantau mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga logam mulia ini bergerak rebound setelah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangannya minggu lalu. Harga emas mengalami peningkatan pada perdagangan hari ini karena rally dolar tampak akan segera terhenti. Pada hari ini dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah terhadap euro. Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 8.20 dolar dan diperdagangkan pada posisi 845.80 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 1.1% dan diperdagangkan pada posisi 846.70 dolar per ons. Kontrak Desember 2009 di Tocom mengalami peningkatan sebesar 12 yen menjadi 2439 yen per gram. Menurut Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, kenaikan harga emas berpotensi berlanjut untuk jangka panjang dengan kemungkinan koreksi teknikal setelah mencapai di atas level 850 dolar per ons dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang emas berpotensi untuk kembali mencetak rekor tertinggi di atas level 1033 dolar per ons.

Karet Melanjutkan Penguatan Seiring Penurunan Produksi

Karet Melanjutkan Penguatan Seiring Penurunan Produksi
Senin, 22 Desember 2008 - 14:58
iznews - Commodity) - Pergerakan komoditas karet melanjutkan penguatan pada hari ini (22/12) di bursa komoditas Jepang (TOCOM). Komoditas karet kontrak berjangka menguat dalam enam hari berturu-turut. Hal ini dipengaruhi oleh adanya pengurangan produksi karet oleh Thailand. Thailand mengambil kebijakan untuk mengurangi jumlah produksinya sebesar 250.000 ton, bertujuan untuk menghentikan pelemahan harga komoditas karet, dimana dalam kurung waktu lima bulan terakhir karet melemah sebesar 71.77 persen di bursa TOCOM. Pelemahan ini dipengaruhi oleh krisis financial global berdampak ke sektor investasi. Dengan adanya kebijakan pengurangan produksi ini, berdampak karet menguat dalam dua belas hari perdagangan terakhir atau menguat sebesar 27.71 persen. Pada perdagangan hari ini karet ditutup level 134.10 naik sebesar 10.1 point dari perdagangan minggu lalu. Menurut Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, kenaikan komoditas karet masih akan berlanjut jika rencana bailout sektor otomotif US jadi dilaksanakan, sehingga sektor permintaan akan karet akan bertambah dikarenakan karet sebagai bahan baku industri ban. Secara teknikal indikator MACD dan ADX memberikan sinyal Weak Sell serta indikator bollinger bands memberikan sinyal naik.

Senin, 15 Desember 2008

Minyak Mentah Berakhir Anjlok oleh Kekhawatiran Perlambatan Permintaan

Minyak Mentah Berakhir Anjlok oleh Kekhawatiran Perlambatan Permintaan
Selasa, 16 Desember 2008 - 07:45
Harga minyak mentah pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi (16/12) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga minyak mentah kembali anjlok hampir 4% dipicu oleh makin dalamnya kekhawatiran kondisi perekonomian global. Kekhawatiran ekonomi ini melebihi ekspektasi penurunan kuota OPEC yang diperkirakan akan dilakukan pada pertemuan tanggal 17 Desember mendatang. Harga minyak mentah Nymex terpantau mengalami penurunan sebesar 1.77 dolar dan ditutup pada posisi 44.51 dolar per barel. Harga minyak mentah pada perdagangan malam tadi sempat mencapai level tertinggi harian di posisi 50.05 dolar per barel. Harga minyak mentah Brent di London mengalami penutupan pada posisi 44.60 dolar per barel dengan membukukan penurunan sebesar 1.81 dolar. Para pelaku pasar menyatakan bahwa mereka melakukan aksi jual karena mengiringi penurunan yang terjadi di pasar saham. Para pelaku pasar masih sangat mengkhawatirkan tentang kondisi permintaan yang saat ini sangat lemah. Diperkirakan bahwa permintaan justru akan semakin turun apabila OPEC berhasil meningkatkan harga via penurunan kuota produksi. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting masih melihat secara umum pasar minyak mentah berpotensi untuk mengalami penurunan. Kondisi ekonomi global saat ini masih terlalu rentan untuk menyatakan bahwa minyak mentah telah kembali ke trend positif yang berkesinambungan. Untuk saat ini minyak mentah masih diperkirakan akan bergerak pada kisaran 40 - 55 dolar per barel.

Minggu, 14 Desember 2008

Harga Kedelai Harian Melemah, Peningkatan Mingguan Sebesar 9.3%

Harga Kedelai Harian Melemah, Peningkatan Mingguan Sebesar 9.3%
Senin, 15 Desember 2008 - 07:00
(news - Commodity) - Harga kedelai berjangka CBOT pada akhir perdagangannya minggu lalu terpantau mengalami penurunan (15/12). Komoditas ini melemah setelah berkembangnya spekulasi bahwa produksi kedelai akan meningkat karena para petani tahun ini lebih memilih menanam kedelai dibandingkan jagung. Dilaporkan bahwa jumlah area penanaman kedelai pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7.3%. Kondisi ini disebabkan karena return menanam kedelai lebih besar dibandingkan jagung. Diestimasikan bahwa return menanam kedelai 182 dolar lebih besar dibandingkanjagung untuk setiap hektarnya. Hagra kedelai berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 4.25 sen (0.5%) dan ditutup pada posisi 8.5625 dolar per bushel. Selama satu minggu lalu harga kedelai mengalami kenaikan sebesar 9.3%. Peningkatan mingguan ini merupakan yang terbesar sejak Juni 2005 lalu. Harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 48% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu di harga 16.3675 dolar per bushel. Ekspor kedelai AS minggu lalu mengalami peningkatan sebesar 34% dibandingkan rerata selama empat minggu belakangan. Diharapkan ekspor kedelai hingga 31 Agustus tahun 2009 mendatang akan mencapai total 1.05 miliar bushel. Departemen Pertanian AS juga menyatkan bahwa China telah membeli kedelai AS sebanyak 120,000 metric ton. Harg akedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 27 sen (3.3%) dan ditutup pada posisi 8.565 dolar per bushel. Harga kedelai minggu ini telah mengalami kenaikan sebesar 9.3% dan mengarah kepada peningkatan mingguan terbesar sejak bulan Juni 2005 lalu. harga kedelai saat ini mengalami penurunan sebesar 48% dari posisi rekor tertingginya di tanggal 3 Juli lalu pada harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga kedelai untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.

Jagung Berjangka Meningkat, Petani Lebih Pilih Menanam Kedelai

Jagung Berjangka Meningkat, Petani Lebih Pilih Menanam Kedelai
Senin, 15 Desember 2008 - 07:50
(news - Commodity) - Harga jagung berjangka CBOT pada penutupan perdagangannya minggu lalu terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga komoditas AS ini mengalami kenaikan dengan membukukan peningkatan mingguan rekor. Kenaikan harga jagung ini disebabkan oleh spekulasi bahwa produksi jagung tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan bahwa produksi jagung untuk tahun ini akan mengalami penurunan sebesar 4.2% dibandingkan tahun lalu. Produksi jagung akan mencapai level terendahnya dalam empat tahun belakangan. Para petani memilih untuk menanam lebih banyak kedelai dibandingkan jagung sebab kedelai lebih menguntungkan dibandingkan jagung. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 22 sen (6.3%) dan ditutup pada posisi 3.735 dolar per bushel. Harga jagung berjangka ini sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 3.795 dolar per bushel, harga ini merupakan yang tertinggi sejak tanggal 19 November lalu. Harga jagung telah mengalami penurunan sebesar 53% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu di harga 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 3 - 4 dolar per bushel.

Minyak Mentah Menguat oleh Rencana Bailout Otomotif Menggunakan Dana Bailout Perbankan

Minyak Mentah Menguat oleh Rencana Bailout Otomotif Menggunakan Dana Bailout Perbankan
Senin, 15 Desember 2008 - 10:00
(news - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini (15/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga komoditas ini menguat pada perdagangan elektronik hari ini setelah pemerintah As menyatakan akan mem-bailout sektor otomotif dengan menggunakan sebagian dana yang seyogyanya digubakan untuk bailout sektor perbankan. Kenaikan harga minyak mentah hari ini juga turut dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan melakukan penurunan kuota terbesae dalam satu dekade belakangan. OPEC akan mengadakan pertemuan untuk membahas pemotongan kuota pada tanggal 17 Desember mendatang. Diperkirakan dalam pertemuan tersebut OPEC akan menurunkan kuota produksi sebesar 7.3% dari kuota yang berlaku saat ini. Hal ini cukup memberikan sentimen bullish di pasar minyak mentah. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan signifikan sebesar 1.30 dolar dan diperdagangkan pada posisi 47.58 dolar per barel. Harga minyak mentah Brent kontrak Februari merupakan kontrak terbaru setelah kontrak Januari jatuh tempo akhir minggu lalu. brent kontrak Februari mengalami kenaikan sebesar 1.7% menjadi 49.92 dolar per barel pada hari ini. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting masih melihat secara umum pasar minyak mentah berpotensi untuk mengalami penurunan. Kondisi ekonomi global saat ini masih terlalu rentan untuk menyatakan bahwa minyak mentah telah kembali ke trend positif yang berkesinambungan. Untuk saat ini minyak mentah masih diperkirakan akan bergerak pada kisaran 40 - 55 dolar per barel.

Emas Berjangka Menguat Iringi Depresiasi Dolar AS

Emas Berjangka Menguat Iringi Depresiasi Dolar AS
Senin, 15 Desember 2008 - 10:09
(news - Commodity) - Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini (15/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga emas memguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap euro. Terdepresiasnya dolar AS ini mengakibatkan para investor memilih untuk meningkatkan koleksi emas sebagai saran investasi alternatif. Pada hari ini dolar mengalami penurunan tajam terhadap euro. Mata uang AS ini bahkan mengalami open gap sebanyak 75 pip terhadap mata uang tunggal Eropa tersebut. Anjloknya nilai tukar dolar juga terjadi terhadap yen. Dolar membukukan penurunan setelah pemerintah AS kembali menunda kepastian bailout sektor otomotif AS hingga kembalinya Presiden Bush dari kunjungannya ke Irak. Harga emas spot pada perdagangan hari ini terpantau mengalami peningkatan sebesar 0.9% dan diperdagangkan pada posisi 827.65 dolar per ons. Pada penutupan perdagangan minggu lalu harga emas spot berada di posisi 820.45 dolar per ons. Sementara itu harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 1.1% dan menjadi 829.50 dolar per ons. Benchmark Oktober di bursa Tocom membukukan peningkatan sebesar 60 yen per gram menjadi 2421 yen per gram. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Rabu, 10 Desember 2008

Kedelai Berjangka Melemah Setelah Rally tajam

Kedelai Berjangka Melemah Setelah Rally tajam
Rabu, 10 Desember 2008 - 10:30
Harga kedelai berjangka di CBOT pada penutupan perdagangannya dini hari tadi (10/12) terpantau mengalami penurunan tipis. Aksi ambil untung tampak kental mewarnai perdagangan di bursa CBOT malam tadi seiring dengan rally kedelai yang cukup tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Rally kedelai dianggap sudah terlalu berlebihan karena outlook permintaan global masih suram. Para konsumen kedelai mengurangi permintaan akibat turunnya daya beli. Sementara itu importir juga mengurangi permintaan setelah kesulitan memperoleh pinjaman dari bank. Harga kedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami penurunan sebesar 1% dan ditutup pada posisi 8.1225 dolar per bushel. Pada perdagangan kemarin harga kedelai ini mengalami kenaikan tajam sebesar 4.7%. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga kedelai untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.

Selasa, 09 Desember 2008

Minyak Mentah Bergerak Rebound Antisipasi Pertemuan OPEC

Minyak Mentah Bergerak Rebound Antisipasi Pertemuan OPEC
Rabu, 10 Desember 2008 - 11:20
Harga minyak mentah pada perdagangan di Asia hari ini (10/12) terpantau mengalami peningkatan. Harga minyak mentah menguat setelah para invetor kembali melakukan pembelian. Penurunan harga minyak mentah yang terjadi selama beberapa minggu belakangan diharapkan akan agak terhenti karena OPEC diharapkan akan menurunkan kuota produksi paling tidak dua kali lagi. Diperkirakan bahwa OPEC akan menurunkan kuota produksi mencapai 2.5 juta barel per hari untuk mengatasi anjloknya harga minyak akhir-akhir ini. Selama dua minggu belakangan saja harga minyak mentah telah mengalami penurunan sebesar lebih dari 20%. Untuk para investor jangka pendek, penurunan tajam tersebut merupakan sinyal untuk kembali membeli. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 77 sen (1.8%) dan diperdagangkan pada posisi 42.84 dolar per barel pada perdagangan elektronik hari ini. Pada akhir perdagangannya dini hari tadi harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan januari mengalami penurunan sebesar 1.64 dolar dan ditutup pada posisi 42.07 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak akan cenderung bergerak terkonsolidasi untuk saat ini. Sampai dengan pertemuan OPEC mendatang harga minyak mentah diperkirakan akan menemui support yang cukup kuat pada level 40 dolar per barel.

Emas Bergerak Rebound Tipis Iringi Rebound EUR/USD dan Minyak

Emas Bergerak Rebound Tipis Iringi Rebound EUR/USD dan Minyak
Rabu, 10 Desember 2008 - 11:34
Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini (10/12) terpantau mengalami peningkatan. Harga logam mulia ini menguat seiring dengan menguatnya euro-dolar dan rebound yang dialami oleh harga minyak mentah. Bullish yang dialami oleh bursa-bursa saham di Asia hari ini juga turut mendukung pergerakan menguat harga emas hari ini. Sementara itu harapan dari persetujuan bailout terhadap sektor otomotif di AS juga turut menjadikan harga emas bergerak rebound. Diberitakan telah disiapkan dana sebesar 15 miliar dolar untuk melakukan bailout terhadap dua perusahaan otomotif di AS, yaitu GM dan Chrysler. Jika bailout ini benar-benar disetujui dapat dipastiakn akan kembali meningkatkan sentimen positif di bursa saham. Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 85 sen dan diperdgangkan pada posisi 776.35 dolar per ons. Harga emas spot ini sempat mengalami pergerakan yang cukup volatil pada perdagangan malam tadi dengan kisaran harga sebesar 17 dolar. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 3 dolar dan diperdagangkan pada posisi 777.2 dolar per ons. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Senin, 08 Desember 2008

Emas Rebound Setelah Anjlok Mingguan 8.2%

Emas Rebound Setelah Anjlok Mingguan 8.2%
Selasa, 09 Desember 2008 - 08:45
Harga emas berjangka pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi (09/12) terpantau mengalami peningkatan yang cukup tajam. Harga emas berjangka bergerak rebound setelah minggu lalu membukukan penurunan mingguan terbesar sejak bulan Oktober lalu. Kenaikan harga emas ini didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar. Harga perak mengalami peningkatan terbesar dalam dua minggu. Pada perdagangan malam tadi nilai tukar dolar AS mengalami penurunan signifkan sebesar 1.7% terhadap enam mata uang rivalnya dalam indeks dolar. Kenaikan harga emas ini mengiringi peningkatan komoditas lainnya. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB mengalami peningkatan sebesar 4.7% setelah Barack Obama menyatakan akan menyalurkan stimulus fiskal. Harga emas berjangka untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 17.10 dolar (2.3%) dan ditutup pada posisi 769.30 dolar per ons. Pada perdagangan minggu lalu harga emas berjangka ini membukukan penurunan mingguan sebesar 8.2%. Harga perak mengalami peningkatan sebesar 54.5 sen (5.8%) dan ditutup pada level 9.975 dolar per ons. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Harga Jagung Rebound oleh Pernyataan Stimulus Fiskal Obama

Harga Jagung Rebound oleh Pernyataan Stimulus Fiskal Obama
Selasa, 09 Desember 2008 - 08:50
Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (09/12) terpantau mengalami peningkatan tajam. Harga jagung melejit dengan membukukan peningkatan terbesar dalam lima minggu belakangan. Harga komoditas andalan AS ini mengalami kenaikan setelah Barack Obama menyatakan akan mengeluarkan stimulus fiskal untuk menyelamatkan ekonomi AS. Pada perdagangan malam tadi harga komoditas mengalami kenaikan seiring dengan pidato Obama yang membangkitkan sentimen positif. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB mengalami kenaikan sebesar 4.7%. Kenaikan harga minyak mentah juga turut memberikan sentimen penguatan bagi komoditas andalan AS ini. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 20.75 sen (6.7%) dan ditutup pada posisi 3.30 dolar per bushel. Persentase peningkatan harian ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 29 Oktober lalu. Harga jagung telah membukukan penurunan sebesar 59% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu pada harga 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish, terutama untuk komoditas yang memiliki keterkaitan dengan minyak mentah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 3 - 4 dolar per bushel.

Kedelai Bullish Iringi Kenaikan Harga Komoditas Lainnya

Kedelai Bullish Iringi Kenaikan Harga Komoditas Lainnya
Selasa, 09 Desember 2008 - 09:00
Harga kedelai berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (09/12) terpantau mengalami kenaikan tajam. Harga komoditas ini mengalami rally hampir 5% setelah Barack Obama menyatakan akan mengeluarkan stimulus fiskal untuk menyelamatkan ekonomi As. Pada perdagangan malam tadi harga komoditas mengalami kenaikan seiring dengan pidato Obama yang membangkitkan sentimen positif. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB mengalami kenaikan sebesar 4.7%. Kenaikan harga minyak mentah juga turut memberikan sentimen penguatan bagi komoditas andalan AS ini. Harga kedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 37 sen (4.7%) dan ditutup pada posisi 8.205 dolar per bushel. Persentase peningkatan harian ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 24 November lalu. Harga kedelai telah membukukan penurunan sebesar 50% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu pada harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish, terutama untuk komoditas yang memiliki keterkaitan dengan minyak mentah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.

Jumat, 05 Desember 2008

Emas Bergerak Rebound Terbatas, Dolar Melemah

Emas Bergerak Rebound Terbatas, Dolar Melemah
Jumat, 05 Desember 2008 - 13:00
Harga emas pada perdagangan hari ini (05/12) terpantau mengalami pergerakan yang cenderung stabil. Harga komoditas ini sempat mengalami penurunan yang cukup tajam pada akhir perdagangan dini hari tadi. Hari ini harga emas kembali menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap euro. Dolar AS mengarah ke penurunan mingguannya terhadap euro pada perdagangan hari ini. Dolar justru menguat meskipun ECB memutuskan untuk menurunkan suku bunga sebesar 75 bps. Kondisi ini disebabkan oleh spekulasi bahwa penurunan suku bunga tersebut akan dapat menghindarkan resesi di Eropa sehingga euro justru berada di atas angin. Harga emas spot mengalami pergerakan di posisi 767.30 dolar, tidak berubah dari posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan pada perdagangan elektroniknya hari ini. Kontrak ini menguat 3.30 dolar ke posisi 768.80 dolar per ons. Pada penutupan tadi harga emas berjangka mengalami penurunan 5 dolar. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Kamis, 04 Desember 2008

Cina Meningkatkan Impor Kacang Kedelai

Cina Meningkatkan Impor Kacang Kedelai
Jumat, 05 Desember 2008 - 13:25
Seperti diketahui bahwa China merupakan negara importir kacang kedelai terbesar di dunia, dan saat ini Cina meningkatkan jumlah import kacang kedelainya dengan tujuan untuk menjaga cadangan persediaan domestiknya seiring meningkatnya jumlah permintaan lokal kacang kedelai Permintaan akan kacang kedelai meningkat menjadi 52.5 lebih tinggi dibandingkan data minggu sebelumnya sebesar 51.9 Hal ini menurut Index agriculture yang dirilis oleh China National Grain and Oil Information Center Analiz Vibiz Research dari Vibiz consulting memperkirakan bahwa pergerakan kacang kedelai akan bersifat rebound, dikarenakan secara fundamental kacang kedelai masih masih dalam trend bearish. Hal ini diperkuat saat ini.masa panen kacang kedelai. Secara teknikal indikator ADX dan MACD memberikan sinyal strong sell.

Minyak Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Minyak Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun
Jumat, 05 Desember 2008 - 08:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi (05/12) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga minyak mentah ini anjlok ke level terendahnya dalam empat tahun belakangan setelah para investor menghentikan pembelian di tengah makin suramnya outlook permintaan minyak mentah global. Permintaan minyak mentah global telah mengalami penurunan selama hampir enam bulan belakangan akibat memuncaknya krisis keuangan global yang memaksa beberapa negara ekonomi utama dunia mengalami resesi. Resesi yang terjadi di AS, Inggris, Jepang, dan Eropa mengakibatkan outlook permintaan minyak mentah untuk tahun 2009 menjadi sangat kecil sehingga harganya sulit untuk ditahan penurunannya. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami penurunan sebesar 3.12 dolar dan ditutup pada posisi 43.67 dolar per barel. Penutupan ini merupakan yang terendah sejak bulan januari 2005 lalu. Sementara itu harga minyak mentah Brent di London mengalami penurunan sebesar 3.16 dolar dan ditutup di level 42.28 dolar per barel. Analiz Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish minyak mentah masih berpotensi untuk terus terjadi. Untuk saat ini harga minyak mentah berpotensi untuk mengetes level 40 dolar per barel setelah berhasil menembus support 44 dolar per barel.

Minyak Lanjutkan Turun oleh Buruknya Data Ekonomi AS

Minyak Lanjutkan Turun oleh Buruknya Data Ekonomi AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 07:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan di bursa Nymex yang ditutup dini hari tadi (04/12) terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini mencapai level terendahnya sejak bulan Februari 2005 seiring dengan makin melemahnya potensi permintaan akibat krisis keuangan global. Pada perdagangan di Nymex, minyak berjangka untuk kontrak bulan januari mengalami penurunan sebesar 17 sen menjadi 46.79 dolar per barel. Harga harian terendah dicapai pada level 46.26 dolar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Januari stabil di posisi 45.44 dolar per barel setelah sempat mencapai level harian terendah pada posisi 44.87 dolar per barel. Harga minyak telah mengalami penurunan sebesar lebih dari 70% sejak mencetak rekor pada tanggal 11 Juli lalu akibat kekhawatiran melemahnya permintaan oleh krisis keuangan. Data ekonomi AS yang makin memperlihatkan kondisi yang buruk mengakibatkan aksi jual kembali ke pasar. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish harga minyak mentah masih berpotensi terjadi meskipun untuk saat ini akan cenderung melambat karena penurunannya telah terlalu tajam. Harga minyak mentah akan menemui support yang cukup kuat di level 43 dolar per barel.

Minyak Mentah Makin Bearish oleh Penurunan Permintaan di AS

Minyak Mentah Makin Bearish oleh Penurunan Permintaan di AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 11:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan elektronik hari ini (04/12) terpantau kembali melanjutkan fase penurunannya. Harga minyak mentah anjlok untuk lima hari berturut-turut setelah laporan permintaan minyak mentah di AS malam tadi kembali memperlihatkan penurunan. Jumlah rata-rata produk olahan seperti bensin dan diesel yang disuplai oleh perusahaan penyulingan selama empat minggu belakangan mengalami penurunan sebesar 7.9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat operasi penyulingan di AS mengalami penurunan setelah anjloknya permintaan menurunkan keuntungan perusahaan penyulingan. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami penurunan sebesar 1.04 dolar (2.2%) dan diperdagangkan pada posisi 45.75 dolar per barel. Harga minyak mentah saat ini merupakan yang terendah sejak bulan Februari 2005 lalu. Dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penutupan dengan membukukan penurunan sebesar 17 sen di posisi 46.79 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish harga minyak mentah masih berpotensi terjadi meskipun untuk saat ini akan cenderung melambat karena penurunannya telah terlalu tajam. Harga minyak mentah akan menemui support yang cukup kuat di level 43 dolar per barel.

Emas Bergerak Melemah di Asia oleh Menguatnya Dolar AS

Emas Bergerak Melemah di Asia oleh Menguatnya Dolar AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 14:00
iznews - Commodity) - Harga emas pada perdagangan sesi Asia hari ini (04/12) mengalami penurunan. Harga komoditas ini melemah setelah dolar bergerak rebound terhadap euro. Sementara itu anjloknya harga minyak mentah turut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan harga emas. Prediksi data non-farm payrolls AS yang buruk juga menjadi alasan penurunan harga emas. Kekhawatiran akan makin berkembangnya krisis keuangan global mengakibatkan turunnya permintaan terhadap komoditas. Kondisi ekonomi yang mengarah kepada deflasi juga memberikan sentimen buruk bagi para investor emas. Emas merupakan investasi heging inflasi sehingga dalam kondisi deflasi emas menjadi kurang dapat diandalkan sebagai alternatif investasi. Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 1.30 dolar menjadi 771.30 dolar per ons. harga emas sempat mencapai level harian tertinggi di posisi 775.35 dolar per ons. sementara itu harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 1.8 dolar menjadi 772.30 dolar per ons pada perdagangan elektronik hari ini. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Selasa, 02 Desember 2008

Minyak mentah pada perdagangan hari ini

Minyak mentah pada perdagangan hari इनी

(02/12) terpantau anjlok tajam dan mencapai level terendah sejak Mei
2005 oleh ekspektasi bahwa permintaan minyak bakal lemah seiring dengan
kondisi perekonomian AS yang semakin memburuk. Resesi yang dialami AS
diperkirakan lebih parah dan bakalan lebih lama dari yang dibayangkan.
Minyak melemah seiring dengan indikasi bahwa perekonomian AS bakalan
makin melemah sehingga menurunkan permintaan akan energi. AS sendiri
adalah negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia. Semalam,
National Bureau of Economic Research bahwa AS sudah memasuki kondisi
resesi sejak Desember 2007. Sementara itu, dalam testimonialnya
Bernanke juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian AS untuk sementara
ini masih lemah. Faktor lain yang juga menekan harga minyak adalah
indeks manufaktur ISM AS yang anjlok ke level 36.2, terendah sejak
tahun 1982.
Minyak mentah untuk kontrak Januari di NYMEX anjlok $1.92 atau 3.89% ke
level $47.36 dari harga penutupan sebelumnya di level $49.28. Ini
tercatat sebagai level terendah minyak sejak 20 Mei 2005. Sejak
mencapai level tertingginya pada $147 bulan Juli, minyak sudah anjlok
lebih dari 60%. Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Januari
juga anjlok sebanyak 4% ke level $46.03 per barrel, terendah sejak
Februari 2005.
Analis Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
harga minyak masih berpeluang untuk melemah. Fokus pasar ada pada rilis
data persediaan minyak mentah AS besok, yang diperkirakan menunjukkan
kenaikan, sehingga diperkirakan akan semakin menekan harga minyak.
Support minyak ada pada level $44 per barre

Senin, 01 Desember 2008

Harga emas pada perdagangan hari ini

Harga emas pada perdagangan hari ini.
terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini anjlok untuk pertama
kalinya dalam tiga hari belakangan di Asia setelah harga minyak mentah
mengalami penurunan. Anjloknya busa saham Asia juga menjadi pemicu
berhentinya rally emas.Menguatnya nilai tukar dolar terhadap euro juga menjadi pemicu turunnyaharga emas ini. Inflasi Eropa yang mengalami perlambatan terbesar
sepanjang sejarah mengakibatkan kuatnya sinyal penurunan suku bunga
ECB, sehingga euro mengalami penurunan terhadap rival-rivalnya,
termasuk dolar AS.Hagra emas spot mengalami penurunan sebesar 0.9% menjadi 811.02 dolar
per ons pada perdagangan hari ini. Sementara itu harga emas berjangka
Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 0.9%
menjadi 811.30 dolar per ons. Bulan November lalu harga emas berjangka
Nymex mengalami peningkatan sebesar 14%, peningkatan bulanan terbesar
dalam sembilan tahun belakangan.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
pergerakan harga emas untuk minggu ini akan cenderung volatil. Aksi
ambil utnung yang didorong oleh menguatnya dolar AS berpotensi mewarnai
pergerakan harga emas untuk minggu ini. Harga emas diperkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 775 – 850 dolar per ons untuk sementara ini. (IA)

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini
(01/12) terpantau mengalami penurunan yang cukup besar. Minyak mentah
kembali terdorong ke level 52 dolar per barel setelah OPEC menunda
keputusan kuota produksinya selama dua minggu lagi.

Pertemuan di Kairo yang berlangsung tanggal 29 November lalu rupanya
belum menghasilkan kesepakatan tentang penurunan kuota produksi
lanjutan. Para petinggi OPEC menyaadari bahwa anjloknya harga minyak
saat ini berasal dari sisi permintan sehingga sulit untuk dapat kembali
ditingkatkan meskipun kuota produksi dipangkas. Meskipun demikian ada
keyakinan bahwa jika seluruh anggota OPEC benar-benar menaati kuota
yang telah disepakati pada pertemuan lalu, hagra minyak akan dapat
dibawa ke level yang relatif stabil.

Harga minyak mentah untuk kontrak bulan Januari 2009 mengalami
penurunan sebesar 2.17 dolar dan diperdagangkan pada posisi 53.26 dolar
per barel pada hari ini. Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu
harga minyak mentah Nymex ini mengalami penurunan sebesar 1 sen saja
karena volume perdagangan yang cukup sepi.

Kamis, 13 November 2008

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini
(13/11) terpantau mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah
anjlok ke level terendahnya dalam 21 bulan belakangan dipicu oleh
spekulasi bahwa penurunan permintaan masih akan berlanjut seiring
dengan ancaman resesi di AS dan Eropa yang semakin kuat.
Tingkat pembelian gasoline di AS minggu lalu mengalami penurunan
sebesar 4.2%. penurunan ini merupakan penurunan yang telah terjadi
selama 29 minggu berturut-turut. Bursa Asia mengalami penurunan pada
perdagangan hari ini sementara industrial production di China mengalami
pertumbuhan terlambat dalam tujuh tahun belakangan.
Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Desember mengalami
penurunan sebesar 1.13 dolar (2%) dan diperdagangkan pada posisi 55.03
dolar per barel pada hari ini. Harga minyak mentah ini merupakan yang
paling rendah sejak tanggal 30 Januari 2007 lalu. Harga minyak mentah
kontrak paling aktif telah mengalami penurunan sebesar 62% sejak
mencetak rekor pada tanggal 11 Juli lalu di harga 147.27 dolar per
barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
pergerakan harga minyak mentah ini masih akan mengalami penurunan
lanjutan. Sulit untuk memperkirakan sampai di mana pelemahan ini akan
berlangsung karena sentimen bearish untuk saat ini sangat kuat.
Diperkirakan support terdekat minyak mentah ada di level 52 dolar per
barel. (IA)

Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini

Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini
(13/11) terpantau mengalami pergerakan yang mixed. Emas berjangka
melanjutkan penuruan harganya sementara harga emas spot bergerak
menguat. Meskipun demikian pergerakan keduanya masih berada pada
kisaran terendah dalam tiga minggu belakangan.
Harga emas tidak mampu menguat secara tajam karena dihadang oleh rally
dolar AS. Mata uang AS mengalami rally terhadap euro dan sterling sejak
perdagangan malam tadi setelah Eropa dan Inggris membuka pintu untuk
penurunan suku bunga lanjutan untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi yang
semakin buruk. Diperkirakan bahwa Inggris dan Jerman akan secara resmi
mengalami resesi.
Harga emas spot pada perdagangan hari ini mengalami peningkatan sebesar
0.3% dan diperdagangkan pada posisi 714.45 dolar per ons. Harga emas
berjangka Nymex untuk kontrak bulan Desember mengalami penurunan
sebesar 0.7% menjadi 713.40 dolar per ons. Sementara itu harga emas
berjangka Tocom untuk kontrak bulan Oktober 2009 mengalami penurunan
sebesar 150 yen (limit-down) ke posisi 2176 yen per gram (706 dolar per
ons).
Divisi vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan harga emas
untuk saat ini masih akan cenderung bergerak sideways. Harga emas
diperkirakan akan menemui support pada level 700 dolar untuk jangka
menengah. Penurunan harga emas akan tertahan karena masih kuatnya
permintaan fisik emas jika harga turun di bawah 720 dolar per ons. (IA)

Company Profile

PT. ASIA KAPITALINDO KOMODITI BERJANGKA
(ASIA BERJANGKA - kunjungi situs kami)

PT. ASIA KAPITALINDO KOMODITI BERJANGKA juga merupakan salah satu pendiri dari Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dengan kekuatan finansial dan legalitas yang kuat (selengkapnya tentang legalitas ASIA BERJANGKA)

Manajemen kami dipimpin oleh personal-personal yang profesional dan memiliki integritas yang tinggi dalam industri ini yang sudah beroperasi di taraf nasional dan internasional. Informasi yang tepat waktu serta keakuratan menjadi point prioritas kami. Link-up kami dengan bursa-bursa internasional di Eropa, Amerika maupun Asia memberikan pada nasabah kami akses pasar yang global. Semua ini merupakan wujud dedikasi kami untuk memberikan layanan yang terbaik, tercepat dan, terakurat bagi setiap nasabah kami.

ASIA BERJANGKA mempunyai beberapa sasaran dalam menyelenggarakan transaksi kontrak berjangka secara teratur, wajar, efisien, efektif dan transparan di Bursa Berjangka Indonesia, khususnya Jakarta.

  1. Membuat perdagangan Bursa_Berjangka_Jakarta_(BBJ) menjadi lebih likuid dan mendorong pertumbuhan volume transaksi, produk dan opsi-opsi. Dengan tujuan membuat BBJ menjadi salah satu bursa terbesar dan teramai di dunia.

  2. Menekan sekecil mungkin resiko-resiko yang sering dihadapi oleh pelaku-pelaku ekonomi yang acap kali hanya melihat aspek peluang saja dan kurang memperhatikan resiko dari gejolak pasar yang dapat mempengaruhi ketahanan dan pertumbuhan usahanya. Dengan piranti lindung nilai (hedging) maka semua itu akan dapat lebih teratasi.

  3. Menjadi alternatif baru bagi investor yang ingin mengkapitalisasi modalnya dengan transaksi di pasar berjangka yang memiliki begitu banyak produk-produk dan opsi-opsi, tidak lagi hanya sekedar investasi di pasar modal maupun produk perbankan semata.

  4. Terus meningkatkan akselerasi pertumbuhan perusahaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dan pada gilirannya memberi pendapatan pada negara melalui pajak.

  5. Meminimalisasi capital out flow yang selama ini terus berlangsung baik oleh individual maupun institusional melalui transakasi di pasar berjangka luar negeri maupun pasar-pasar uang lainnya.