Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini
(13/11) terpantau mengalami pergerakan yang mixed. Emas berjangka
melanjutkan penuruan harganya sementara harga emas spot bergerak
menguat. Meskipun demikian pergerakan keduanya masih berada pada
kisaran terendah dalam tiga minggu belakangan.
Harga emas tidak mampu menguat secara tajam karena dihadang oleh rally
dolar AS. Mata uang AS mengalami rally terhadap euro dan sterling sejak
perdagangan malam tadi setelah Eropa dan Inggris membuka pintu untuk
penurunan suku bunga lanjutan untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi yang
semakin buruk. Diperkirakan bahwa Inggris dan Jerman akan secara resmi
mengalami resesi.
Harga emas spot pada perdagangan hari ini mengalami peningkatan sebesar
0.3% dan diperdagangkan pada posisi 714.45 dolar per ons. Harga emas
berjangka Nymex untuk kontrak bulan Desember mengalami penurunan
sebesar 0.7% menjadi 713.40 dolar per ons. Sementara itu harga emas
berjangka Tocom untuk kontrak bulan Oktober 2009 mengalami penurunan
sebesar 150 yen (limit-down) ke posisi 2176 yen per gram (706 dolar per
ons).
Divisi vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan harga emas
untuk saat ini masih akan cenderung bergerak sideways. Harga emas
diperkirakan akan menemui support pada level 700 dolar untuk jangka
menengah. Penurunan harga emas akan tertahan karena masih kuatnya
permintaan fisik emas jika harga turun di bawah 720 dolar per ons. (IA)
Kamis, 13 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar