Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini
(13/11) terpantau mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah
anjlok ke level terendahnya dalam 21 bulan belakangan dipicu oleh
spekulasi bahwa penurunan permintaan masih akan berlanjut seiring
dengan ancaman resesi di AS dan Eropa yang semakin kuat.
Tingkat pembelian gasoline di AS minggu lalu mengalami penurunan
sebesar 4.2%. penurunan ini merupakan penurunan yang telah terjadi
selama 29 minggu berturut-turut. Bursa Asia mengalami penurunan pada
perdagangan hari ini sementara industrial production di China mengalami
pertumbuhan terlambat dalam tujuh tahun belakangan.
Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Desember mengalami
penurunan sebesar 1.13 dolar (2%) dan diperdagangkan pada posisi 55.03
dolar per barel pada hari ini. Harga minyak mentah ini merupakan yang
paling rendah sejak tanggal 30 Januari 2007 lalu. Harga minyak mentah
kontrak paling aktif telah mengalami penurunan sebesar 62% sejak
mencetak rekor pada tanggal 11 Juli lalu di harga 147.27 dolar per
barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
pergerakan harga minyak mentah ini masih akan mengalami penurunan
lanjutan. Sulit untuk memperkirakan sampai di mana pelemahan ini akan
berlangsung karena sentimen bearish untuk saat ini sangat kuat.
Diperkirakan support terdekat minyak mentah ada di level 52 dolar per
barel. (IA)
Kamis, 13 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar