Harga Kedelai Harian Melemah, Peningkatan Mingguan Sebesar 9.3%
Senin, 15 Desember 2008 - 07:00
(news - Commodity) - Harga kedelai berjangka CBOT pada akhir perdagangannya minggu lalu terpantau mengalami penurunan (15/12). Komoditas ini melemah setelah berkembangnya spekulasi bahwa produksi kedelai akan meningkat karena para petani tahun ini lebih memilih menanam kedelai dibandingkan jagung. Dilaporkan bahwa jumlah area penanaman kedelai pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7.3%. Kondisi ini disebabkan karena return menanam kedelai lebih besar dibandingkan jagung. Diestimasikan bahwa return menanam kedelai 182 dolar lebih besar dibandingkanjagung untuk setiap hektarnya. Hagra kedelai berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 4.25 sen (0.5%) dan ditutup pada posisi 8.5625 dolar per bushel. Selama satu minggu lalu harga kedelai mengalami kenaikan sebesar 9.3%. Peningkatan mingguan ini merupakan yang terbesar sejak Juni 2005 lalu. Harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 48% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu di harga 16.3675 dolar per bushel. Ekspor kedelai AS minggu lalu mengalami peningkatan sebesar 34% dibandingkan rerata selama empat minggu belakangan. Diharapkan ekspor kedelai hingga 31 Agustus tahun 2009 mendatang akan mencapai total 1.05 miliar bushel. Departemen Pertanian AS juga menyatkan bahwa China telah membeli kedelai AS sebanyak 120,000 metric ton. Harg akedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 27 sen (3.3%) dan ditutup pada posisi 8.565 dolar per bushel. Harga kedelai minggu ini telah mengalami kenaikan sebesar 9.3% dan mengarah kepada peningkatan mingguan terbesar sejak bulan Juni 2005 lalu. harga kedelai saat ini mengalami penurunan sebesar 48% dari posisi rekor tertingginya di tanggal 3 Juli lalu pada harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga kedelai untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.
Senin, 15 Desember 2008 - 07:00
(news - Commodity) - Harga kedelai berjangka CBOT pada akhir perdagangannya minggu lalu terpantau mengalami penurunan (15/12). Komoditas ini melemah setelah berkembangnya spekulasi bahwa produksi kedelai akan meningkat karena para petani tahun ini lebih memilih menanam kedelai dibandingkan jagung. Dilaporkan bahwa jumlah area penanaman kedelai pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7.3%. Kondisi ini disebabkan karena return menanam kedelai lebih besar dibandingkan jagung. Diestimasikan bahwa return menanam kedelai 182 dolar lebih besar dibandingkanjagung untuk setiap hektarnya. Hagra kedelai berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 4.25 sen (0.5%) dan ditutup pada posisi 8.5625 dolar per bushel. Selama satu minggu lalu harga kedelai mengalami kenaikan sebesar 9.3%. Peningkatan mingguan ini merupakan yang terbesar sejak Juni 2005 lalu. Harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 48% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu di harga 16.3675 dolar per bushel. Ekspor kedelai AS minggu lalu mengalami peningkatan sebesar 34% dibandingkan rerata selama empat minggu belakangan. Diharapkan ekspor kedelai hingga 31 Agustus tahun 2009 mendatang akan mencapai total 1.05 miliar bushel. Departemen Pertanian AS juga menyatkan bahwa China telah membeli kedelai AS sebanyak 120,000 metric ton. Harg akedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 27 sen (3.3%) dan ditutup pada posisi 8.565 dolar per bushel. Harga kedelai minggu ini telah mengalami kenaikan sebesar 9.3% dan mengarah kepada peningkatan mingguan terbesar sejak bulan Juni 2005 lalu. harga kedelai saat ini mengalami penurunan sebesar 48% dari posisi rekor tertingginya di tanggal 3 Juli lalu pada harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga kedelai untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar