Jagung Berjangka Meningkat, Petani Lebih Pilih Menanam Kedelai
Senin, 15 Desember 2008 - 07:50
(news - Commodity) - Harga jagung berjangka CBOT pada penutupan perdagangannya minggu lalu terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga komoditas AS ini mengalami kenaikan dengan membukukan peningkatan mingguan rekor. Kenaikan harga jagung ini disebabkan oleh spekulasi bahwa produksi jagung tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan bahwa produksi jagung untuk tahun ini akan mengalami penurunan sebesar 4.2% dibandingkan tahun lalu. Produksi jagung akan mencapai level terendahnya dalam empat tahun belakangan. Para petani memilih untuk menanam lebih banyak kedelai dibandingkan jagung sebab kedelai lebih menguntungkan dibandingkan jagung. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 22 sen (6.3%) dan ditutup pada posisi 3.735 dolar per bushel. Harga jagung berjangka ini sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 3.795 dolar per bushel, harga ini merupakan yang tertinggi sejak tanggal 19 November lalu. Harga jagung telah mengalami penurunan sebesar 53% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu di harga 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 3 - 4 dolar per bushel.
Senin, 15 Desember 2008 - 07:50
(news - Commodity) - Harga jagung berjangka CBOT pada penutupan perdagangannya minggu lalu terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga komoditas AS ini mengalami kenaikan dengan membukukan peningkatan mingguan rekor. Kenaikan harga jagung ini disebabkan oleh spekulasi bahwa produksi jagung tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan bahwa produksi jagung untuk tahun ini akan mengalami penurunan sebesar 4.2% dibandingkan tahun lalu. Produksi jagung akan mencapai level terendahnya dalam empat tahun belakangan. Para petani memilih untuk menanam lebih banyak kedelai dibandingkan jagung sebab kedelai lebih menguntungkan dibandingkan jagung. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 22 sen (6.3%) dan ditutup pada posisi 3.735 dolar per bushel. Harga jagung berjangka ini sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 3.795 dolar per bushel, harga ini merupakan yang tertinggi sejak tanggal 19 November lalu. Harga jagung telah mengalami penurunan sebesar 53% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu di harga 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 3 - 4 dolar per bushel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar