Minyak Lanjutkan Turun oleh Buruknya Data Ekonomi AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 07:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan di bursa Nymex yang ditutup dini hari tadi (04/12) terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini mencapai level terendahnya sejak bulan Februari 2005 seiring dengan makin melemahnya potensi permintaan akibat krisis keuangan global. Pada perdagangan di Nymex, minyak berjangka untuk kontrak bulan januari mengalami penurunan sebesar 17 sen menjadi 46.79 dolar per barel. Harga harian terendah dicapai pada level 46.26 dolar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Januari stabil di posisi 45.44 dolar per barel setelah sempat mencapai level harian terendah pada posisi 44.87 dolar per barel. Harga minyak telah mengalami penurunan sebesar lebih dari 70% sejak mencetak rekor pada tanggal 11 Juli lalu akibat kekhawatiran melemahnya permintaan oleh krisis keuangan. Data ekonomi AS yang makin memperlihatkan kondisi yang buruk mengakibatkan aksi jual kembali ke pasar. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish harga minyak mentah masih berpotensi terjadi meskipun untuk saat ini akan cenderung melambat karena penurunannya telah terlalu tajam. Harga minyak mentah akan menemui support yang cukup kuat di level 43 dolar per barel.
Kamis, 04 Desember 2008 - 07:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan di bursa Nymex yang ditutup dini hari tadi (04/12) terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini mencapai level terendahnya sejak bulan Februari 2005 seiring dengan makin melemahnya potensi permintaan akibat krisis keuangan global. Pada perdagangan di Nymex, minyak berjangka untuk kontrak bulan januari mengalami penurunan sebesar 17 sen menjadi 46.79 dolar per barel. Harga harian terendah dicapai pada level 46.26 dolar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Januari stabil di posisi 45.44 dolar per barel setelah sempat mencapai level harian terendah pada posisi 44.87 dolar per barel. Harga minyak telah mengalami penurunan sebesar lebih dari 70% sejak mencetak rekor pada tanggal 11 Juli lalu akibat kekhawatiran melemahnya permintaan oleh krisis keuangan. Data ekonomi AS yang makin memperlihatkan kondisi yang buruk mengakibatkan aksi jual kembali ke pasar. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish harga minyak mentah masih berpotensi terjadi meskipun untuk saat ini akan cenderung melambat karena penurunannya telah terlalu tajam. Harga minyak mentah akan menemui support yang cukup kuat di level 43 dolar per barel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar