Minyak Mentah Menguat oleh Rencana Bailout Otomotif Menggunakan Dana Bailout Perbankan
Senin, 15 Desember 2008 - 10:00
(news - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini (15/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga komoditas ini menguat pada perdagangan elektronik hari ini setelah pemerintah As menyatakan akan mem-bailout sektor otomotif dengan menggunakan sebagian dana yang seyogyanya digubakan untuk bailout sektor perbankan. Kenaikan harga minyak mentah hari ini juga turut dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan melakukan penurunan kuota terbesae dalam satu dekade belakangan. OPEC akan mengadakan pertemuan untuk membahas pemotongan kuota pada tanggal 17 Desember mendatang. Diperkirakan dalam pertemuan tersebut OPEC akan menurunkan kuota produksi sebesar 7.3% dari kuota yang berlaku saat ini. Hal ini cukup memberikan sentimen bullish di pasar minyak mentah. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan signifikan sebesar 1.30 dolar dan diperdagangkan pada posisi 47.58 dolar per barel. Harga minyak mentah Brent kontrak Februari merupakan kontrak terbaru setelah kontrak Januari jatuh tempo akhir minggu lalu. brent kontrak Februari mengalami kenaikan sebesar 1.7% menjadi 49.92 dolar per barel pada hari ini. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting masih melihat secara umum pasar minyak mentah berpotensi untuk mengalami penurunan. Kondisi ekonomi global saat ini masih terlalu rentan untuk menyatakan bahwa minyak mentah telah kembali ke trend positif yang berkesinambungan. Untuk saat ini minyak mentah masih diperkirakan akan bergerak pada kisaran 40 - 55 dolar per barel.
Senin, 15 Desember 2008 - 10:00
(news - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini (15/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga komoditas ini menguat pada perdagangan elektronik hari ini setelah pemerintah As menyatakan akan mem-bailout sektor otomotif dengan menggunakan sebagian dana yang seyogyanya digubakan untuk bailout sektor perbankan. Kenaikan harga minyak mentah hari ini juga turut dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan melakukan penurunan kuota terbesae dalam satu dekade belakangan. OPEC akan mengadakan pertemuan untuk membahas pemotongan kuota pada tanggal 17 Desember mendatang. Diperkirakan dalam pertemuan tersebut OPEC akan menurunkan kuota produksi sebesar 7.3% dari kuota yang berlaku saat ini. Hal ini cukup memberikan sentimen bullish di pasar minyak mentah. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan signifikan sebesar 1.30 dolar dan diperdagangkan pada posisi 47.58 dolar per barel. Harga minyak mentah Brent kontrak Februari merupakan kontrak terbaru setelah kontrak Januari jatuh tempo akhir minggu lalu. brent kontrak Februari mengalami kenaikan sebesar 1.7% menjadi 49.92 dolar per barel pada hari ini. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting masih melihat secara umum pasar minyak mentah berpotensi untuk mengalami penurunan. Kondisi ekonomi global saat ini masih terlalu rentan untuk menyatakan bahwa minyak mentah telah kembali ke trend positif yang berkesinambungan. Untuk saat ini minyak mentah masih diperkirakan akan bergerak pada kisaran 40 - 55 dolar per barel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar