Selasa, 02 Desember 2008

Minyak mentah pada perdagangan hari ini

Minyak mentah pada perdagangan hari इनी

(02/12) terpantau anjlok tajam dan mencapai level terendah sejak Mei
2005 oleh ekspektasi bahwa permintaan minyak bakal lemah seiring dengan
kondisi perekonomian AS yang semakin memburuk. Resesi yang dialami AS
diperkirakan lebih parah dan bakalan lebih lama dari yang dibayangkan.
Minyak melemah seiring dengan indikasi bahwa perekonomian AS bakalan
makin melemah sehingga menurunkan permintaan akan energi. AS sendiri
adalah negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia. Semalam,
National Bureau of Economic Research bahwa AS sudah memasuki kondisi
resesi sejak Desember 2007. Sementara itu, dalam testimonialnya
Bernanke juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian AS untuk sementara
ini masih lemah. Faktor lain yang juga menekan harga minyak adalah
indeks manufaktur ISM AS yang anjlok ke level 36.2, terendah sejak
tahun 1982.
Minyak mentah untuk kontrak Januari di NYMEX anjlok $1.92 atau 3.89% ke
level $47.36 dari harga penutupan sebelumnya di level $49.28. Ini
tercatat sebagai level terendah minyak sejak 20 Mei 2005. Sejak
mencapai level tertingginya pada $147 bulan Juli, minyak sudah anjlok
lebih dari 60%. Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Januari
juga anjlok sebanyak 4% ke level $46.03 per barrel, terendah sejak
Februari 2005.
Analis Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
harga minyak masih berpeluang untuk melemah. Fokus pasar ada pada rilis
data persediaan minyak mentah AS besok, yang diperkirakan menunjukkan
kenaikan, sehingga diperkirakan akan semakin menekan harga minyak.
Support minyak ada pada level $44 per barre

Tidak ada komentar: