Minyak Mentah Rebound, OPEC Diharapkan Kembali Potong Kuota
Senin, 22 Desember 2008 - 09:55
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah berjangka pada perdagangan elektronik Nymex hari ini (22/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga minyak mentah bergerak menguat cukup tajam dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksi bulan Januari mendatang. Sementara itu persetujuan stimulus fiskal di AS akan mengembalikan permintaan minyak mentah ke level yang cukup tinggi. Setelah penurunan sebesar 2.2 juta barel yang dilakukan tanggal 17 Desember lalu gagal memberikan sentimen menguat untuk harga minyak, Menteri Perminyakan Aarab Saudi, Ali al-Naimi, menyatakan bahwa OPEC berdeterminasi untuk menstabilkan harga minyak mentah. Komentar ini dinilai sebagai sinyal bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksinya. Hagra minyak mentah kontrak paling aktif terbaru, kontrak Februari, pada perdagangan elektronik hari ini mengalami peningkatan sebesar 2 dolar ( 4.5%) menjadi 44.36 dolar per barel. Kontrak bulan Januri pada saat jatuh temponya tanggal 19 Desember lalu mengalami penurunan sebesar 6.5% menjadi 33.87 dolar per barel. Harga penutupan kontrak Januari ini merupakan yang terendah sejak tanggal 10 Februari lalu. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga minyak akan mencapai kesinambungan di level 40 - 50 dolar per barel. Anjloknya harga minyak di bahwa 35 dolar per barel telah memacu aksi pembelian karena dianggap telah terlalu jauh. Meskipun demikian harga minyak tidak akan menguat terlalu jauh dari level 40 - 50 dolar per barel karena permintaan masih sangat lemah.
Senin, 22 Desember 2008 - 09:55
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah berjangka pada perdagangan elektronik Nymex hari ini (22/12) terpantau mengalami kenaikan. Harga minyak mentah bergerak menguat cukup tajam dipicu oleh spekulasi bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksi bulan Januari mendatang. Sementara itu persetujuan stimulus fiskal di AS akan mengembalikan permintaan minyak mentah ke level yang cukup tinggi. Setelah penurunan sebesar 2.2 juta barel yang dilakukan tanggal 17 Desember lalu gagal memberikan sentimen menguat untuk harga minyak, Menteri Perminyakan Aarab Saudi, Ali al-Naimi, menyatakan bahwa OPEC berdeterminasi untuk menstabilkan harga minyak mentah. Komentar ini dinilai sebagai sinyal bahwa OPEC akan kembali menurunkan kuota produksinya. Hagra minyak mentah kontrak paling aktif terbaru, kontrak Februari, pada perdagangan elektronik hari ini mengalami peningkatan sebesar 2 dolar ( 4.5%) menjadi 44.36 dolar per barel. Kontrak bulan Januri pada saat jatuh temponya tanggal 19 Desember lalu mengalami penurunan sebesar 6.5% menjadi 33.87 dolar per barel. Harga penutupan kontrak Januari ini merupakan yang terendah sejak tanggal 10 Februari lalu. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan harga minyak akan mencapai kesinambungan di level 40 - 50 dolar per barel. Anjloknya harga minyak di bahwa 35 dolar per barel telah memacu aksi pembelian karena dianggap telah terlalu jauh. Meskipun demikian harga minyak tidak akan menguat terlalu jauh dari level 40 - 50 dolar per barel karena permintaan masih sangat lemah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar