Jumat, 05 Desember 2008

Emas Bergerak Rebound Terbatas, Dolar Melemah

Emas Bergerak Rebound Terbatas, Dolar Melemah
Jumat, 05 Desember 2008 - 13:00
Harga emas pada perdagangan hari ini (05/12) terpantau mengalami pergerakan yang cenderung stabil. Harga komoditas ini sempat mengalami penurunan yang cukup tajam pada akhir perdagangan dini hari tadi. Hari ini harga emas kembali menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap euro. Dolar AS mengarah ke penurunan mingguannya terhadap euro pada perdagangan hari ini. Dolar justru menguat meskipun ECB memutuskan untuk menurunkan suku bunga sebesar 75 bps. Kondisi ini disebabkan oleh spekulasi bahwa penurunan suku bunga tersebut akan dapat menghindarkan resesi di Eropa sehingga euro justru berada di atas angin. Harga emas spot mengalami pergerakan di posisi 767.30 dolar, tidak berubah dari posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan pada perdagangan elektroniknya hari ini. Kontrak ini menguat 3.30 dolar ke posisi 768.80 dolar per ons. Pada penutupan tadi harga emas berjangka mengalami penurunan 5 dolar. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Kamis, 04 Desember 2008

Cina Meningkatkan Impor Kacang Kedelai

Cina Meningkatkan Impor Kacang Kedelai
Jumat, 05 Desember 2008 - 13:25
Seperti diketahui bahwa China merupakan negara importir kacang kedelai terbesar di dunia, dan saat ini Cina meningkatkan jumlah import kacang kedelainya dengan tujuan untuk menjaga cadangan persediaan domestiknya seiring meningkatnya jumlah permintaan lokal kacang kedelai Permintaan akan kacang kedelai meningkat menjadi 52.5 lebih tinggi dibandingkan data minggu sebelumnya sebesar 51.9 Hal ini menurut Index agriculture yang dirilis oleh China National Grain and Oil Information Center Analiz Vibiz Research dari Vibiz consulting memperkirakan bahwa pergerakan kacang kedelai akan bersifat rebound, dikarenakan secara fundamental kacang kedelai masih masih dalam trend bearish. Hal ini diperkuat saat ini.masa panen kacang kedelai. Secara teknikal indikator ADX dan MACD memberikan sinyal strong sell.

Minyak Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Minyak Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun
Jumat, 05 Desember 2008 - 08:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi (05/12) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga minyak mentah ini anjlok ke level terendahnya dalam empat tahun belakangan setelah para investor menghentikan pembelian di tengah makin suramnya outlook permintaan minyak mentah global. Permintaan minyak mentah global telah mengalami penurunan selama hampir enam bulan belakangan akibat memuncaknya krisis keuangan global yang memaksa beberapa negara ekonomi utama dunia mengalami resesi. Resesi yang terjadi di AS, Inggris, Jepang, dan Eropa mengakibatkan outlook permintaan minyak mentah untuk tahun 2009 menjadi sangat kecil sehingga harganya sulit untuk ditahan penurunannya. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami penurunan sebesar 3.12 dolar dan ditutup pada posisi 43.67 dolar per barel. Penutupan ini merupakan yang terendah sejak bulan januari 2005 lalu. Sementara itu harga minyak mentah Brent di London mengalami penurunan sebesar 3.16 dolar dan ditutup di level 42.28 dolar per barel. Analiz Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish minyak mentah masih berpotensi untuk terus terjadi. Untuk saat ini harga minyak mentah berpotensi untuk mengetes level 40 dolar per barel setelah berhasil menembus support 44 dolar per barel.

Minyak Lanjutkan Turun oleh Buruknya Data Ekonomi AS

Minyak Lanjutkan Turun oleh Buruknya Data Ekonomi AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 07:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan di bursa Nymex yang ditutup dini hari tadi (04/12) terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini mencapai level terendahnya sejak bulan Februari 2005 seiring dengan makin melemahnya potensi permintaan akibat krisis keuangan global. Pada perdagangan di Nymex, minyak berjangka untuk kontrak bulan januari mengalami penurunan sebesar 17 sen menjadi 46.79 dolar per barel. Harga harian terendah dicapai pada level 46.26 dolar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Januari stabil di posisi 45.44 dolar per barel setelah sempat mencapai level harian terendah pada posisi 44.87 dolar per barel. Harga minyak telah mengalami penurunan sebesar lebih dari 70% sejak mencetak rekor pada tanggal 11 Juli lalu akibat kekhawatiran melemahnya permintaan oleh krisis keuangan. Data ekonomi AS yang makin memperlihatkan kondisi yang buruk mengakibatkan aksi jual kembali ke pasar. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish harga minyak mentah masih berpotensi terjadi meskipun untuk saat ini akan cenderung melambat karena penurunannya telah terlalu tajam. Harga minyak mentah akan menemui support yang cukup kuat di level 43 dolar per barel.

Minyak Mentah Makin Bearish oleh Penurunan Permintaan di AS

Minyak Mentah Makin Bearish oleh Penurunan Permintaan di AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 11:00
iznews - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan elektronik hari ini (04/12) terpantau kembali melanjutkan fase penurunannya. Harga minyak mentah anjlok untuk lima hari berturut-turut setelah laporan permintaan minyak mentah di AS malam tadi kembali memperlihatkan penurunan. Jumlah rata-rata produk olahan seperti bensin dan diesel yang disuplai oleh perusahaan penyulingan selama empat minggu belakangan mengalami penurunan sebesar 7.9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat operasi penyulingan di AS mengalami penurunan setelah anjloknya permintaan menurunkan keuntungan perusahaan penyulingan. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami penurunan sebesar 1.04 dolar (2.2%) dan diperdagangkan pada posisi 45.75 dolar per barel. Harga minyak mentah saat ini merupakan yang terendah sejak bulan Februari 2005 lalu. Dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penutupan dengan membukukan penurunan sebesar 17 sen di posisi 46.79 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bearish harga minyak mentah masih berpotensi terjadi meskipun untuk saat ini akan cenderung melambat karena penurunannya telah terlalu tajam. Harga minyak mentah akan menemui support yang cukup kuat di level 43 dolar per barel.

Emas Bergerak Melemah di Asia oleh Menguatnya Dolar AS

Emas Bergerak Melemah di Asia oleh Menguatnya Dolar AS
Kamis, 04 Desember 2008 - 14:00
iznews - Commodity) - Harga emas pada perdagangan sesi Asia hari ini (04/12) mengalami penurunan. Harga komoditas ini melemah setelah dolar bergerak rebound terhadap euro. Sementara itu anjloknya harga minyak mentah turut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan harga emas. Prediksi data non-farm payrolls AS yang buruk juga menjadi alasan penurunan harga emas. Kekhawatiran akan makin berkembangnya krisis keuangan global mengakibatkan turunnya permintaan terhadap komoditas. Kondisi ekonomi yang mengarah kepada deflasi juga memberikan sentimen buruk bagi para investor emas. Emas merupakan investasi heging inflasi sehingga dalam kondisi deflasi emas menjadi kurang dapat diandalkan sebagai alternatif investasi. Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 1.30 dolar menjadi 771.30 dolar per ons. harga emas sempat mencapai level harian tertinggi di posisi 775.35 dolar per ons. sementara itu harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 1.8 dolar menjadi 772.30 dolar per ons pada perdagangan elektronik hari ini. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Selasa, 02 Desember 2008

Minyak mentah pada perdagangan hari ini

Minyak mentah pada perdagangan hari इनी

(02/12) terpantau anjlok tajam dan mencapai level terendah sejak Mei
2005 oleh ekspektasi bahwa permintaan minyak bakal lemah seiring dengan
kondisi perekonomian AS yang semakin memburuk. Resesi yang dialami AS
diperkirakan lebih parah dan bakalan lebih lama dari yang dibayangkan.
Minyak melemah seiring dengan indikasi bahwa perekonomian AS bakalan
makin melemah sehingga menurunkan permintaan akan energi. AS sendiri
adalah negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia. Semalam,
National Bureau of Economic Research bahwa AS sudah memasuki kondisi
resesi sejak Desember 2007. Sementara itu, dalam testimonialnya
Bernanke juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian AS untuk sementara
ini masih lemah. Faktor lain yang juga menekan harga minyak adalah
indeks manufaktur ISM AS yang anjlok ke level 36.2, terendah sejak
tahun 1982.
Minyak mentah untuk kontrak Januari di NYMEX anjlok $1.92 atau 3.89% ke
level $47.36 dari harga penutupan sebelumnya di level $49.28. Ini
tercatat sebagai level terendah minyak sejak 20 Mei 2005. Sejak
mencapai level tertingginya pada $147 bulan Juli, minyak sudah anjlok
lebih dari 60%. Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Januari
juga anjlok sebanyak 4% ke level $46.03 per barrel, terendah sejak
Februari 2005.
Analis Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
harga minyak masih berpeluang untuk melemah. Fokus pasar ada pada rilis
data persediaan minyak mentah AS besok, yang diperkirakan menunjukkan
kenaikan, sehingga diperkirakan akan semakin menekan harga minyak.
Support minyak ada pada level $44 per barre

Senin, 01 Desember 2008

Harga emas pada perdagangan hari ini

Harga emas pada perdagangan hari ini.
terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini anjlok untuk pertama
kalinya dalam tiga hari belakangan di Asia setelah harga minyak mentah
mengalami penurunan. Anjloknya busa saham Asia juga menjadi pemicu
berhentinya rally emas.Menguatnya nilai tukar dolar terhadap euro juga menjadi pemicu turunnyaharga emas ini. Inflasi Eropa yang mengalami perlambatan terbesar
sepanjang sejarah mengakibatkan kuatnya sinyal penurunan suku bunga
ECB, sehingga euro mengalami penurunan terhadap rival-rivalnya,
termasuk dolar AS.Hagra emas spot mengalami penurunan sebesar 0.9% menjadi 811.02 dolar
per ons pada perdagangan hari ini. Sementara itu harga emas berjangka
Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 0.9%
menjadi 811.30 dolar per ons. Bulan November lalu harga emas berjangka
Nymex mengalami peningkatan sebesar 14%, peningkatan bulanan terbesar
dalam sembilan tahun belakangan.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa
pergerakan harga emas untuk minggu ini akan cenderung volatil. Aksi
ambil utnung yang didorong oleh menguatnya dolar AS berpotensi mewarnai
pergerakan harga emas untuk minggu ini. Harga emas diperkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 775 – 850 dolar per ons untuk sementara ini. (IA)

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini

Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini
(01/12) terpantau mengalami penurunan yang cukup besar. Minyak mentah
kembali terdorong ke level 52 dolar per barel setelah OPEC menunda
keputusan kuota produksinya selama dua minggu lagi.

Pertemuan di Kairo yang berlangsung tanggal 29 November lalu rupanya
belum menghasilkan kesepakatan tentang penurunan kuota produksi
lanjutan. Para petinggi OPEC menyaadari bahwa anjloknya harga minyak
saat ini berasal dari sisi permintan sehingga sulit untuk dapat kembali
ditingkatkan meskipun kuota produksi dipangkas. Meskipun demikian ada
keyakinan bahwa jika seluruh anggota OPEC benar-benar menaati kuota
yang telah disepakati pada pertemuan lalu, hagra minyak akan dapat
dibawa ke level yang relatif stabil.

Harga minyak mentah untuk kontrak bulan Januari 2009 mengalami
penurunan sebesar 2.17 dolar dan diperdagangkan pada posisi 53.26 dolar
per barel pada hari ini. Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu
harga minyak mentah Nymex ini mengalami penurunan sebesar 1 sen saja
karena volume perdagangan yang cukup sepi.