Rabu, 10 Desember 2008

Kedelai Berjangka Melemah Setelah Rally tajam

Kedelai Berjangka Melemah Setelah Rally tajam
Rabu, 10 Desember 2008 - 10:30
Harga kedelai berjangka di CBOT pada penutupan perdagangannya dini hari tadi (10/12) terpantau mengalami penurunan tipis. Aksi ambil untung tampak kental mewarnai perdagangan di bursa CBOT malam tadi seiring dengan rally kedelai yang cukup tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Rally kedelai dianggap sudah terlalu berlebihan karena outlook permintaan global masih suram. Para konsumen kedelai mengurangi permintaan akibat turunnya daya beli. Sementara itu importir juga mengurangi permintaan setelah kesulitan memperoleh pinjaman dari bank. Harga kedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami penurunan sebesar 1% dan ditutup pada posisi 8.1225 dolar per bushel. Pada perdagangan kemarin harga kedelai ini mengalami kenaikan tajam sebesar 4.7%. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish karena outlook permintaan global masih sangat lemah. Harga kedelai untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.

Selasa, 09 Desember 2008

Minyak Mentah Bergerak Rebound Antisipasi Pertemuan OPEC

Minyak Mentah Bergerak Rebound Antisipasi Pertemuan OPEC
Rabu, 10 Desember 2008 - 11:20
Harga minyak mentah pada perdagangan di Asia hari ini (10/12) terpantau mengalami peningkatan. Harga minyak mentah menguat setelah para invetor kembali melakukan pembelian. Penurunan harga minyak mentah yang terjadi selama beberapa minggu belakangan diharapkan akan agak terhenti karena OPEC diharapkan akan menurunkan kuota produksi paling tidak dua kali lagi. Diperkirakan bahwa OPEC akan menurunkan kuota produksi mencapai 2.5 juta barel per hari untuk mengatasi anjloknya harga minyak akhir-akhir ini. Selama dua minggu belakangan saja harga minyak mentah telah mengalami penurunan sebesar lebih dari 20%. Untuk para investor jangka pendek, penurunan tajam tersebut merupakan sinyal untuk kembali membeli. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 77 sen (1.8%) dan diperdagangkan pada posisi 42.84 dolar per barel pada perdagangan elektronik hari ini. Pada akhir perdagangannya dini hari tadi harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan januari mengalami penurunan sebesar 1.64 dolar dan ditutup pada posisi 42.07 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak akan cenderung bergerak terkonsolidasi untuk saat ini. Sampai dengan pertemuan OPEC mendatang harga minyak mentah diperkirakan akan menemui support yang cukup kuat pada level 40 dolar per barel.

Emas Bergerak Rebound Tipis Iringi Rebound EUR/USD dan Minyak

Emas Bergerak Rebound Tipis Iringi Rebound EUR/USD dan Minyak
Rabu, 10 Desember 2008 - 11:34
Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini (10/12) terpantau mengalami peningkatan. Harga logam mulia ini menguat seiring dengan menguatnya euro-dolar dan rebound yang dialami oleh harga minyak mentah. Bullish yang dialami oleh bursa-bursa saham di Asia hari ini juga turut mendukung pergerakan menguat harga emas hari ini. Sementara itu harapan dari persetujuan bailout terhadap sektor otomotif di AS juga turut menjadikan harga emas bergerak rebound. Diberitakan telah disiapkan dana sebesar 15 miliar dolar untuk melakukan bailout terhadap dua perusahaan otomotif di AS, yaitu GM dan Chrysler. Jika bailout ini benar-benar disetujui dapat dipastiakn akan kembali meningkatkan sentimen positif di bursa saham. Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 85 sen dan diperdgangkan pada posisi 776.35 dolar per ons. Harga emas spot ini sempat mengalami pergerakan yang cukup volatil pada perdagangan malam tadi dengan kisaran harga sebesar 17 dolar. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 3 dolar dan diperdagangkan pada posisi 777.2 dolar per ons. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Senin, 08 Desember 2008

Emas Rebound Setelah Anjlok Mingguan 8.2%

Emas Rebound Setelah Anjlok Mingguan 8.2%
Selasa, 09 Desember 2008 - 08:45
Harga emas berjangka pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi (09/12) terpantau mengalami peningkatan yang cukup tajam. Harga emas berjangka bergerak rebound setelah minggu lalu membukukan penurunan mingguan terbesar sejak bulan Oktober lalu. Kenaikan harga emas ini didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar. Harga perak mengalami peningkatan terbesar dalam dua minggu. Pada perdagangan malam tadi nilai tukar dolar AS mengalami penurunan signifkan sebesar 1.7% terhadap enam mata uang rivalnya dalam indeks dolar. Kenaikan harga emas ini mengiringi peningkatan komoditas lainnya. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB mengalami peningkatan sebesar 4.7% setelah Barack Obama menyatakan akan menyalurkan stimulus fiskal. Harga emas berjangka untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 17.10 dolar (2.3%) dan ditutup pada posisi 769.30 dolar per ons. Pada perdagangan minggu lalu harga emas berjangka ini membukukan penurunan mingguan sebesar 8.2%. Harga perak mengalami peningkatan sebesar 54.5 sen (5.8%) dan ditutup pada level 9.975 dolar per ons. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas akan cenderung volatil. Pergerakan harga logam mulia akan ditentukan oleh pergerakan valas dan minyak mentah. Untuk jangka panjang emas masih menjadi komoditas yang menarik untuk dikoleksi. Harga emas untuk saat ini akan menemui support-resistance di level 750 - 850 dolar per ons.

Harga Jagung Rebound oleh Pernyataan Stimulus Fiskal Obama

Harga Jagung Rebound oleh Pernyataan Stimulus Fiskal Obama
Selasa, 09 Desember 2008 - 08:50
Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (09/12) terpantau mengalami peningkatan tajam. Harga jagung melejit dengan membukukan peningkatan terbesar dalam lima minggu belakangan. Harga komoditas andalan AS ini mengalami kenaikan setelah Barack Obama menyatakan akan mengeluarkan stimulus fiskal untuk menyelamatkan ekonomi AS. Pada perdagangan malam tadi harga komoditas mengalami kenaikan seiring dengan pidato Obama yang membangkitkan sentimen positif. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB mengalami kenaikan sebesar 4.7%. Kenaikan harga minyak mentah juga turut memberikan sentimen penguatan bagi komoditas andalan AS ini. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 20.75 sen (6.7%) dan ditutup pada posisi 3.30 dolar per bushel. Persentase peningkatan harian ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 29 Oktober lalu. Harga jagung telah membukukan penurunan sebesar 59% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu pada harga 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish, terutama untuk komoditas yang memiliki keterkaitan dengan minyak mentah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 3 - 4 dolar per bushel.

Kedelai Bullish Iringi Kenaikan Harga Komoditas Lainnya

Kedelai Bullish Iringi Kenaikan Harga Komoditas Lainnya
Selasa, 09 Desember 2008 - 09:00
Harga kedelai berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (09/12) terpantau mengalami kenaikan tajam. Harga komoditas ini mengalami rally hampir 5% setelah Barack Obama menyatakan akan mengeluarkan stimulus fiskal untuk menyelamatkan ekonomi As. Pada perdagangan malam tadi harga komoditas mengalami kenaikan seiring dengan pidato Obama yang membangkitkan sentimen positif. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB mengalami kenaikan sebesar 4.7%. Kenaikan harga minyak mentah juga turut memberikan sentimen penguatan bagi komoditas andalan AS ini. Harga kedelai berjangka untuk kontrak bulan Januari mengalami peningkatan sebesar 37 sen (4.7%) dan ditutup pada posisi 8.205 dolar per bushel. Persentase peningkatan harian ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 24 November lalu. Harga kedelai telah membukukan penurunan sebesar 50% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu pada harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Resarch dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian masih akan cenderung bearish, terutama untuk komoditas yang memiliki keterkaitan dengan minyak mentah. Harga jagung untuk saat ini masih akan cenderung mengalami pergerakan di kisaran 8 - 9 dolar per bushel.