Selasa, 13 Januari 2009

Emas Berjangka Melemah Tajam Iringi Kenaikan Dolar dan Turunnya Minyak

Emas Berjangka Melemah Tajam Iringi Kenaikan Dolar dan Turunnya Minyak
Selasa, 13 Januari 2009 - 09:00
(News - Hard Commodity) - Harga emas pada penutupan perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi (13/01) terpantau mengalami penurunan tajam. Komoditas logam mulia ini anjlok terbesar dalam enam minggu belakangan seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar AS dan melemahnya harga minyak mentah. Pada perdagangan malam tadi nilai tukar dolar mengalami peningkatan sebesar 0.7% terhadap enam rival utamanya yang tergabung dalam indeks dolar. Pergerakan harga komoditas juga mengalami penurunan dengan melemahnya indeks Reuters/Jefferies CRB sebesar 3.9%. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 34 dolar (4%) dand itutup pada posisi 821 dolar per ons. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 1 Desember lalu. Harga emas pada perdagangan malam tadi juga sempat mencapai level 817.10 dolar, terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Menurut analisis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih berpotensi untuk menguat. Potensi menguat emas ini didorong oleh kondisi dolar yang masih labil. Dolar AS diperkirakan masih akan mengalami tekanan disebabkan ekonomi AS yang masih akan memburuk. Untuk saat ini harga emas masih akan cenderung berada di kisaran 800 - 950 dolar per ons. Untuk jangka panjang emas berpotensi menembus level 1000 dolar per ons. (IA)

Tidak ada komentar: