Gandum Menguat, Area Tanam di AS Mengalami Penurunan
Senin, 12 Januari 2009 - 09:10
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (12/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga gandum menguat dan melengkapi minggua kelima berturut-turutnya membukukan peningkatan mingguan. Kenaikan harga gandum ini dipicu oleh ekspektasi bahwa produksi di AS akan mengalami penurunan. Diperkirakan jumlah area penanaman yang akan menghasilkan gandum hanya sebesar 44.056 juta hektar pada periode September - November. Angka ini mengalami penurunan sebesar 4.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor gandum di AS mengalami penurunan dan harga anjlok lebih dari 50% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari lalu. Harga gandum berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 17 sen (2.9%) dan ditutup pada posisi 6.295 dolar per bushel. Harga gandum minggu lalu mengalami peningkatan sebesar 3%. Sejak mencetak rekor harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 53%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel.
Jagung Berjangka Menguat oleh Cuaca Kering di Amerika latin
Senin, 12 Januari 2009 - 08:10
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT akhir minggu lalu mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga jagung mengalami kenaikan setelah adanya spekulasi bahwa cuaca di Amerika Latin masih akan panas dan kering. Kondisi ini akan mengakibatkan turunnya hasil panen di regional tersebut. Diperkirakan bahwa curah hujan di Amerika Latin dalam lima hari ke depan akan lebih rendah dari perkiraan. Minimnya curah hujan berakibat turunnya kelembaban. Pada saat ini tanaman di Amerika Latin sedang dalam fase sangat membutuhkan curah hujan sehingga kurangnya curah hujan mengakibatkan stress pada tanaman. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 4 sen (1%) dan ditutup pada posisi 4.1075 dolar per bushel. Sepanjang minggu ini harga jagung telah mengalami penurunan sebesar 0.4%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per bushel.
Senin, 12 Januari 2009 - 09:10
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (12/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga gandum menguat dan melengkapi minggua kelima berturut-turutnya membukukan peningkatan mingguan. Kenaikan harga gandum ini dipicu oleh ekspektasi bahwa produksi di AS akan mengalami penurunan. Diperkirakan jumlah area penanaman yang akan menghasilkan gandum hanya sebesar 44.056 juta hektar pada periode September - November. Angka ini mengalami penurunan sebesar 4.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor gandum di AS mengalami penurunan dan harga anjlok lebih dari 50% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari lalu. Harga gandum berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 17 sen (2.9%) dan ditutup pada posisi 6.295 dolar per bushel. Harga gandum minggu lalu mengalami peningkatan sebesar 3%. Sejak mencetak rekor harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 53%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel.
Jagung Berjangka Menguat oleh Cuaca Kering di Amerika latin
Senin, 12 Januari 2009 - 08:10
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT akhir minggu lalu mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga jagung mengalami kenaikan setelah adanya spekulasi bahwa cuaca di Amerika Latin masih akan panas dan kering. Kondisi ini akan mengakibatkan turunnya hasil panen di regional tersebut. Diperkirakan bahwa curah hujan di Amerika Latin dalam lima hari ke depan akan lebih rendah dari perkiraan. Minimnya curah hujan berakibat turunnya kelembaban. Pada saat ini tanaman di Amerika Latin sedang dalam fase sangat membutuhkan curah hujan sehingga kurangnya curah hujan mengakibatkan stress pada tanaman. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 4 sen (1%) dan ditutup pada posisi 4.1075 dolar per bushel. Sepanjang minggu ini harga jagung telah mengalami penurunan sebesar 0.4%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar