Senin, 05 Januari 2009

Gula Menguat, Naik 9.2% di Tahun 2008 sedangkan Kopi Melemah, Alami Penurunan Tahunan Sebesar 18%

Gula Menguat, Naik 9.2% di Tahun 2008
Senin, 05 Januari 2009 - 08:30
(News - Commodity) - Harga gula berjangka pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures New York minggu lalu terpantau mengalami peningkatan. Harga gula menguat dengan adanya spekulasi bahwa supply gula global tidak akan mampu memenuhi permintaan (05/01). Sepanjang tahun 2008 lalu harga gula berjangka membukukan kenaikan harga tahunan sebesar 9.2%. Kenaikan harga gula berjangka ini didorong oleh spekulasi bahwa untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 lalu, supply gula global akan lebih kecil dibandingkan permintaan. Kondisi ini memicu kenaikan harga gula. Gula merupakan salah satu dari empat komoditas yang masih mengalami peningkatan pada tahun 2008 ini di antara 19 komoditas yang tergabung dalam indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB. Harga gula berjangka ICE Futures untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 0.04 sen (0.3%) dan ditutup pada posisi 11.85 sen per pon. Harga gula pada penutupan perdagangan minggu lalu telah mengalami kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Sepanjang minggu lalu harga gula mengalami kenaikan sebesar 7.9%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada tahun 2009 ini potensi rebound pada harga komoditas pertanian cukup besar. Hal ini mengingat penurunan harga yang terjadi di tahun 2008 lalu telah cukup besar. Untuk saat ini harga gula diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 10 - 12 sen per pon.

Kopi Melemah, Alami Penurunan Tahunan Sebesar 18%
Senin, 05 Januari 2009 - 08:10
(News - Commodity) - Harga kopi berjangka pada perdagangan di bursa ICE Futures New York pada penutupannya minggu lalu mengalami penurunan (05/01). Harga kopi melemah seiring dengan adanya laporan bahwa supply kopi dari Barzil mengalami peningkatan. Brazil merupakan produsen kopi terbesar di dunia. Harga kopi pada tahun 2008 lalu mengalami penurunan yang cukup tajam. Komoditas ini mengalami penurunan sebesar 18% sepanjang tahun 2008. Penurunan ini terjadi seiring dengan kenaikan supply kopi dari Barzil yang juga diikuti oleh melemahnya permintaan akibat krisis ekonomi global. Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu harga kopi ditutup pada posisi 1.109 dolar per pon dengan mengalami penurunan sebesar 1.15 sen (1%). Penurunan yang dialami oleh komoditas ini sepanjang tahun 2008 lalu merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 2001. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada tahun 2009 ini potensi rebound pada harga komoditas pertanian cukup besar. Hal ini mengingat penurunan harga yang terjadi di tahun 2008 lalu telah cukup besar. Untuk saat ini harga kopi diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.

Tidak ada komentar: