Harga Jagung Hari Ini Rebound oleh Kekeringan di Argentina
Rabu, 14 Januari 2009 - 11:06
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka CBOT pada perdagangan elektronik hari ini (14/01) terpantau mengalami rebound setelah kemarin mencapai level terendah dalam satu bulan belakangan. Harga jagung CBOT ini rebound setelah laporan cuaca memperlihatkan potensi cuaca kering dan panas di daerah penanaman jagung di Argentina. Diperkirakan suhu udara dan cuaca di Argentina akan mengalami kekeringan yang cukup mengkhawatirkan. Dilaporkan bahwa dalam 16 hari ke depan curah hujan di Argentina hanya akan mencapai kurang dari 1 inchi (2.5 cm). suhu udara di negara terseut akan mencapai 5 derajat Fahrenheit lebih panas dibandingkan suhu udara normal. Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret pada perdagangan elektronik mengalami kenaikan sebesar 1.9% menjadi 3.695 dolar per bushel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga jagung mengalami penurunan sebesar 18.25 sen (4.8%) dan ditutup pada posisi 3.625 dolar per bushel. Harga jagung pada sesi perdagangan malam tadi sempat mengalami penurunan hingga mencapai level 3.6175 dolar per bushel, harga terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga jagung untuk saat ini pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.
Rabu, 14 Januari 2009 - 11:06
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka CBOT pada perdagangan elektronik hari ini (14/01) terpantau mengalami rebound setelah kemarin mencapai level terendah dalam satu bulan belakangan. Harga jagung CBOT ini rebound setelah laporan cuaca memperlihatkan potensi cuaca kering dan panas di daerah penanaman jagung di Argentina. Diperkirakan suhu udara dan cuaca di Argentina akan mengalami kekeringan yang cukup mengkhawatirkan. Dilaporkan bahwa dalam 16 hari ke depan curah hujan di Argentina hanya akan mencapai kurang dari 1 inchi (2.5 cm). suhu udara di negara terseut akan mencapai 5 derajat Fahrenheit lebih panas dibandingkan suhu udara normal. Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret pada perdagangan elektronik mengalami kenaikan sebesar 1.9% menjadi 3.695 dolar per bushel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga jagung mengalami penurunan sebesar 18.25 sen (4.8%) dan ditutup pada posisi 3.625 dolar per bushel. Harga jagung pada sesi perdagangan malam tadi sempat mengalami penurunan hingga mencapai level 3.6175 dolar per bushel, harga terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga jagung untuk saat ini pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar