Selasa, 06 Januari 2009

Jagung Berjangka Menguat Akibat Cuaca Kering di Argentina dan Brazil, Gandum Bergerak Menguat, Spekulasi Peningkatan Permintaan Gandum AS, Harga Kakao

Jagung Berjangka Menguat Akibat Cuaca Kering di Argentina dan Brazil
Rabu, 07 Januari 2009 - 09:30
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (07/01) terpantau mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga jagung menguat terbesar dalam jangka waktu tiga minggu belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa cuaca di Argentina dan Brazil masih akan memberikan stress bagi tanaman. Diperkirakan bahwa suhu udara di Argentina akan mengalami level 8 derajat di atas normal dalam 10 hari ke depan. Sementara itu curah hujan akan cukup kecil, yaitu sekitar 1.3 cm dlam lima hari ke depan. Kondisi cuaca yang kurang lembab ini akan mengakibatkan sulitnya proses penyerbukan di Argentina dan Brazil. Harga jagung CBOT untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 16.25 sen (4%) dan ditutup pada posisi 4.275 dolar per bushel. Peningkatan ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 16 Desember lalu. Hingga saat ini harga jagung telah meningkatn 40% dari level terendah dalam dua tahun di tanggal 5 Desember lalu pada harga 3.055 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per
bushel.

Gandum Bergerak Menguat, Spekulasi Peningkatan Permintaan Gandum AS
Rabu, 07 Januari 2009 - 09:00
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (07/01) terpantau mengalami peningkatan yang cukup tajam. Harga gandum berjangka ini mengalami kenaikan ke level tertingginya dalam tiga bulan belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa permintaan akan gandum AS yang berkualitas tinggi mengalami kenaikan. Menurut laporan dari Departemen Pertanian AS Jepang berencana untuk membeli 106,000 metric ton gandum AS dan 21,000 ton gandum Kanada. Harga gandum di bulan Desember lalu mengalami peningkatan sebesar 8.8% didorong oleh spekulasi bahwa gandum AS yang berkualitas lebih tinggi dan berprotein tinggi akan lebih banyak digunakan. Harga gandum berjangka CBOT untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 26.75 sen (4.3%) dan ditutup pada posisi 6.435 dolar per bushel. Harga gandum ini sempat mencapai level 6.45 dolar per bushel, harga tertinggi sejak tanggal 3 Oktober lalu. Hingga saat ini harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 52% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari lalu di level 13.495 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel

Harga Kakao Naik di ICE Futures, Dipicu Pembelian Para Spekulan
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:45
(News - Commodity) - Harga kakao di ICE Futures terus meningkat, Rabu dinihari 07 Januari, akibat dari persediaan yang kurang menari para spekulan untuk membeli sehingga harga terus meningkat. Pada saat pembukaan pasar harga meningkat tapi pada pertengahan sesi sempat turun ke harga terendah pada $2,515 perton. Hal ini menarik para investor untuk melakukan pembelian sehingga harga terangkat kembali menjadi tertinggi di $2,589 per ton. Selama persediaan masih langka maka harga kakao masih cenderung naik, apalagi dipicu juga dengan kenaikan harga komoditas minyak dan emas yang dipengaruhi krisis Timur Tengah. Harga kakao Maret naik $13 menjadi $2,568 permetrik ton dan kontrak Mei juga naik $13 menjadi $2,559 permetrik ton. Sedangkan di Liffe London harga turun GBP15 menjadi GBP1,787 dan kontrak Mei turun GBP17 menjadi GBP1,769.

Harga Kedelai Naik ke Tertinggi Tiga Bulan di CBOT
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:30
(News - Commodity) - Harga kedelai di CBOT naik ke harga tertinggi tiga bulan, Rabu dinihari 07 Jan, akibat kuatnya permintaan akan protein sehingga secara fundamental sedang trend bullish. Permintaan akan protein nabati terus meningkat karena alasan kesehatan, demikian juga di Cina permintaan terus meningkat, tapi tidak disertai dengan produksi kedelai seimbang. Produksi kedelai di Amerika Selatan berkurang. Sehingga permintaan lebih besar dari persediaan akibatnya harga kedelai semakin meningkat. Secara tehnikal akibat dari kenaikan harga yang melewati resistan di $10 perbushel, membuat para pelaku pasar melakukan pembelian sehingga harga terus meningkat dan ditutup diatas $10 perbushel. Harga kedelai Maret naik 29 cent menjadi $10.16 perbushel. Minyak kedelai naik 214 point menjadi 37.31 cent perpound. Soy meal naik $2.80 menjadi $301 perton.

Tidak ada komentar: