Selasa, 13 Januari 2009

Jagung Melemah Tajam, Capai Harga Terendah Sejak 12 Desember

Jagung Melemah Tajam, Capai Harga Terendah Sejak 12 Desember
Rabu, 14 Januari 2009 - 09:00
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada akhir perdagangannya di bursa CBOT dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga jagung anjlok ke level terendah dalam lebih dari satu bulan belakangan seiring dengan meningkatnya cadangan jagung di AS. Kenaikan cadangan jagung ini merupakan sinyal bahwa permintaan jagung baik sebagai bahan pangan maupun sebahai bahan baku bio fuel menurun. Cadangan jagung di AS pada tanggal 31 Agustus mendatang diperkirakan akan mencapai level 1.79 miliar bushel. Angka proyeksi ini mengalami kenaikan dari proyeksi yang dibuat bulan Desember lalu yang menyatakan sebesar 1.474 miliar bushel. Diperkirakan bahwa supply jagung global akan mengalami peningkatan menjadi yang terbesar sejak tahun 2002 lalu. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 18.25 sen (4.8%) dan ditutup pada posisi 3.625 dolar per bushel. Harga jagung pada sesi perdagangan hari ini sempat mengalami penurunan hingga mencapai level 3.6175 dolar per bushel, harga terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Selama dua sesi belakangan harga jagung membukukan penurunan sebesar 12%. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga jagung untuk saat ini pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Tidak ada komentar: