Selasa, 13 Januari 2009

Kedelai Menguat Seiring Kekeringan di Argentina

Kedelai Menguat Seiring Kekeringan di Argentina
Rabu, 14 Januari 2009 - 10:00
(News - Commodity) - Harga kedelai berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa CBOT dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami rebound setelah pada perdagangan sebelumnya mengalami penurunan terbesar dalam tiga bulan belakangan. Rebound harga jagung ini dipicu oleh spekulasi bahwa cuaca yang panas dan kering di Argentina akan mengakibatkan rusaknya tanaman di negara tersebut. Diperkirakan suhu udara dan cuaca di Argentina akan mengalami kekeringan yang cukup mengkhawatirkan. Dilaporkan bahwa dalam 16 hari ke depan curah hujan di Argentina hanya akan mencapai kurang dari 1 inchi (2.5 cm). suhu udara di negara terseut akan mencapai 5 derajat Fahrenheit lebih panas dibandingkan suhu udara normal. Harga kedelai berjangk auntuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 5.5 sen (0.6%) dan ditutup pada posisi 9.715 dolar per bushel. Kemarin harga kedelai anjlok tajam sebesar 6.8%, penurunan terbesarnya sejak tanggal 10 Oktober lalu. Sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 41%. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga kedelai untuk saat ini pada kisaran 8 - 10 dolar per bushel.

Tidak ada komentar: