Kamis, 15 Januari 2009

Kedelai Stagnan, Setelah Sempat Naik 1.9%. Jagung Menguat oleh Kekeringan di Argentina. Gandum Menguat, Spekualsi Peningkatan Permintaan

Kedelai Stagnan, Setelah Sempat Naik 1.9%
Kamis, 15 Januari 2009 - 10:00
(News - Commodity) - Harga kedelai berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi tampak bergerak stagnan (15/01). Meskipun ditutup stagnan, harga kedelai sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pergerakan harga kedelai yang cukup volatil ini disebabkan adanya dua arahan perdagangan yang cukup kuat. Pergerakan menguat kedelai disebabkan oleh kekeringan di Argentina yang merupakan produsen kedelai terbesar kedua di dunia. Kekeringan di negara ini berpotensi menurunkan produksi panen dan mendorong peningkatan permintaan kedelai AS. Sementara itu arahan melemah kedelai disebabkan oleh makin buruknya kondisi ekonomi AS yang ditandai dengan anjloknya penjualan eceran di bulan Desember. Pad penutupan perdagangannya, harga kedelai CBOT berjangka untuk kontrak bulan Maret berada di posisi 9.715 dolar per bushel, atau tetap dari posisi penutupan perdagangannya kemarin. Harga kedelai sempat meningkat sebesar 1.9% sebelum kembali melemah. Harga komoditas ini telah mengalami penurunan sebesar 41% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu di posisi harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan cenderung menguat karena penurunan pada tahun 2008 lalu telah terlampau tajam. Untuk saat ini harga kedelai berjangka diperkirakan akan menemui level keseimbangan pada kisaran 9 - 10 dolar per bushel. (IA) Read More

Jagung Menguat oleh Kekeringan di Argentina

Kamis, 15 Januari 2009 - 09:15
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (15/01) terpantau mengalami peningkatan. Komoditas ini menguat untuk pertama kalinya dalam tiga hari belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa kekeringan akan memperburuk prospek panen di Argentina. Argentina adalah negara produsen jagung terbesar kedua di dunia. Rendahnya curah hujan di negara tersebut dan suhu udara yang di atas normal mengakibatkan stress pada tanaman yang sedang berada dalam fase penyerbukan. Cuaca panas di Argentina ini telah mengakibatkan matinya hewan-hewan dan rusaknya tanaman. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 4 sen (1.1%) dan ditutup pada posisi 3.665 dolar per bushel. Harga jagung pada perdagangan malam tadi sempat mencapai level terendah harian di posisi 3.5875 dolar per bushel, harga ini merupakan yang terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Harga jagung telah anjlok 54% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu di posisi 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan cenderung menguat karena penurunan pada tahun 2008 lalu telah terlampau tajam. Untuk saat ini harga jagung berjangka diperkirakan akan menemui level keseimbangan pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Gandum Menguat, Spekualsi Peningkatan Permintaan
Kamis, 15 Januari 2009 - 08:00
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (15/01) terpantau mengalami peningkatan. Komoditas ini menguat untuk dua hari berturut-turut dipicu oleh spekulasi meningkatnya permintaan terhadap gandum AS. Menurut rumor yang beredar di pasaran, pembeli dari Filipina akan melakukan pembelian gandum AS untuk pengiriman bulan Maret dan April sebesar 100,000 metric ton. Pembelian ini ditujukan untuk menutupi defisit gandum dalam negeri di negara tersebut. Harga gandum berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 3.5 sen (0.6%) dan ditutup pada posisi 5.7425 dolar per bushel. Harga gandum telah mengalami peningkatan sebesar 22% sejak mencapai level terendah dalam 18 bulan di tanggal 5 Desember lalu. Sejak mdncetak rekor tanggal 27 Februari 2008 lalu harga gandum mengalami penurunan sebesar 57%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan cenderung menguat karena penurunan pada tahun 2008 lalu telah terlampau tajam. Untuk saat ini harga gandum berjangka diperkirakan akan menemui level keseimbangan pada kisaran 5 - 7 dolar per bushel. Read More

Tidak ada komentar: