Kamis, 15 Januari 2009

Kopi Melemah Iringi Anjlok Komoditas oleh Prospek Ekonomi yang Makin Buruk. Kakao Melemah, Supply dari Pantai Gading Membludak

Kopi Melemah Iringi Anjlok Komoditas oleh Prospek Ekonomi yang Makin Buruk
Kamis, 15 Januari 2009 - 10:40
(News - Commodity) - Melemahnya harga komoditas global turut memberikan tekanan bagi pergerakan harga kopi di penutupan perdagangannya di bursa berjangka ICE Futures New York dini hari tadi (15/01). Harga kopi arabika mengalami penurunan setelah bursa sham dan komoditas mengalami penurunan tajam dipicu makin kuatnya kekhawatiran mengenai memburuknya resesi di AS. Dini hari tadi indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB yang memuat pergerakan dari 19 komoditas mengalami penurunan sebesar 1.9%. Indeks ini mengalami penutupan pada posisi terendahnya sejak tanggal 31 Desember lalu. Harga kopi robusta yang diperdagangkan di bursa London turut mengalami penurunan. Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 0.1 sen (0.1%) dan ditutup pada posisi 1.1465 dolar per pon. Harga kopi robusta berjangka di bursa Liffe, London, mengalami penurunan sebesar 11 dolar (0.7%) dan ditutup pada posisi 1,638 dolar per metric ton. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa penurunan harga kopi yang terjadi saat ini lebih dikarenakan kekhawatiran mengenai memburuknya kondisi ekonomi global. Pada tahun 2009 ini diperkirakan pergerakan harga komoditas pertanian, termasuk kopi, akan mengalami peningkatan karena hingga saat ini penurunan harga yang telah terjadi sangat tajam. Harga kopi arabika masih akan berada pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon. (IA) Read More

Kakao Melemah, Supply dari Pantai Gading Membludak
Kamis, 15 Januari 2009 - 10:36
(News - Commodity) - Harga kakao berjangka pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures New York dini hari tadi (15/01) tampak mengalami penurunan. Harga kakao anjlok ke level terendah dalam satu bulan belakangan setelah pengiriman ke pelabuhan-pelabuhan di Pantai Gading mengalami peningkatan. Pantai Gading merupakan negara produsen kakao terbesar di dunia. Pengiriman kakao ke pelabuhan di Abidjan dan San Pedro di Pantai Gading mengalami kenaikan sebesar 48% dibandingkan tahun lalu. Pada minggu yang berakhir tanggal 4 Januari lalu pengiriman ke pelabuhan-pelabuhan di pantai Gading mencapai 42,448 metric ton. Harga kakao berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 87 dolar (3.5%) dan ditutup pada posisi 2,398 dolar per metric ton. Harga kakao ini sempat mengalami penurunan hingga mencapai level terendah sejak tanggal 12 Desember pada harga 2,367 dolar per metric ton. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting bahwa melambatnya permintaan terhadap kakao di Eropa dan AS dalam jangka pendek akan makin menekan harga komoditas ini. Meskipun demikian di tahun 2009 ini potensi untuk menguat cukup besar karena harga kakao di tahun 2008 telah mengalami penurunan tajam. Untuk saat ini harga kakao akan berada di kisaran 2000 - 2500 dolar per metric ton. (IA) Read More

Tidak ada komentar: