Kopi Menguat, Ekspor dari Kolombia Turun
Rabu, 14 Januari 2009 - 09:20
(News - Commodity) - Harga kopi berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa ICE Futures dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami peningkatan. Kenaikan harga komoditas ini didorong oleh turunnya ekspor kopi dari Kolombia. Negara ini merupakan produsen kopi arabika terbesar kedua di dunia. Cadangan kopi dari Kolombia mengalami penurunan sebesar 68% selama tahun 2008 lalu. Pada bulan Januari ini cadangan kopi dari Kolombia mengalami penurunan sebesar 9%. Penurunan ekspor dari negara ini disebabkan oleh kerusakan tanama akibat curah hujan yang terlampau besar. Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami kenaikan sebesar 0.25 sen (0.2%) dan ditutup pada posisi 1.1475 dolar per pon. Tahun ini kopi telah mengalami kenaikan sebesar 2.4%. sementara itu harg akopi robusta pada akhir perdagangan di bursa London mengalami penurunan sebesar 16 dolar (1%) dan ditutup pada posisi 1649 dolar per ton. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga kopi untuk saat ini pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.
Rabu, 14 Januari 2009 - 09:20
(News - Commodity) - Harga kopi berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa ICE Futures dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami peningkatan. Kenaikan harga komoditas ini didorong oleh turunnya ekspor kopi dari Kolombia. Negara ini merupakan produsen kopi arabika terbesar kedua di dunia. Cadangan kopi dari Kolombia mengalami penurunan sebesar 68% selama tahun 2008 lalu. Pada bulan Januari ini cadangan kopi dari Kolombia mengalami penurunan sebesar 9%. Penurunan ekspor dari negara ini disebabkan oleh kerusakan tanama akibat curah hujan yang terlampau besar. Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami kenaikan sebesar 0.25 sen (0.2%) dan ditutup pada posisi 1.1475 dolar per pon. Tahun ini kopi telah mengalami kenaikan sebesar 2.4%. sementara itu harg akopi robusta pada akhir perdagangan di bursa London mengalami penurunan sebesar 16 dolar (1%) dan ditutup pada posisi 1649 dolar per ton. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga kopi untuk saat ini pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar