Emas Berjangka Menguat, Rally Dolar Mulai Melambat
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:15
(News -Hard Commodity) - Harga emas berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi mengalami peningkatan (07/01). Harga komoditas ini menguat setelah sempat mengalami penurunan didorong oleh spekulasi bahwa rally dolar akan mengalami perlambatan didorong oleh data ekonomi AS yang masih buruk. Pada perdagangan malam tadi nilai tukar dolar sempat mengalami kenaikan sebesar 1.7% sebelum berakhir retreat dari posisi tertinggi hariannya. Pergerkan harga emas berkebalikan dengan pergerakan nilai tukar dolar karena emas merupakan investasi alternatif di saat nilai tukar dolar mengalami penurunan. Harga emas berjangk Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 8.20 dolar (1%) dan ditutup pada posisi 866 dolar per ons. Harga emas sempat mengalami penurunan ke level 838.80 dolar, posisi terendah dalam satu minggu lebih. Pada tahun 2008 lalu harga emas mengalami peningkatan sebesar 5.5%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas di tahun 2009 mendatang akan menguat. Trend menguat emas ini dipicu oleh pembelia terhadap aset safe haven di masa-masa ketidakpastian sektor keuangan global. Untuk jangka pendek emas masih akan berada pada kisaran harga 850 - 950 dolar per ons. Meskipun demikian kemungkinan besar emas akan dapat kembali menembus level 1000 dolar per ons.
Selasa, 06 Januari 2009
Jagung Berjangka Menguat Akibat Cuaca Kering di Argentina dan Brazil, Gandum Bergerak Menguat, Spekulasi Peningkatan Permintaan Gandum AS, Harga Kakao
Jagung Berjangka Menguat Akibat Cuaca Kering di Argentina dan Brazil
Rabu, 07 Januari 2009 - 09:30
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (07/01) terpantau mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga jagung menguat terbesar dalam jangka waktu tiga minggu belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa cuaca di Argentina dan Brazil masih akan memberikan stress bagi tanaman. Diperkirakan bahwa suhu udara di Argentina akan mengalami level 8 derajat di atas normal dalam 10 hari ke depan. Sementara itu curah hujan akan cukup kecil, yaitu sekitar 1.3 cm dlam lima hari ke depan. Kondisi cuaca yang kurang lembab ini akan mengakibatkan sulitnya proses penyerbukan di Argentina dan Brazil. Harga jagung CBOT untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 16.25 sen (4%) dan ditutup pada posisi 4.275 dolar per bushel. Peningkatan ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 16 Desember lalu. Hingga saat ini harga jagung telah meningkatn 40% dari level terendah dalam dua tahun di tanggal 5 Desember lalu pada harga 3.055 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per
bushel.
Gandum Bergerak Menguat, Spekulasi Peningkatan Permintaan Gandum AS
Rabu, 07 Januari 2009 - 09:00
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (07/01) terpantau mengalami peningkatan yang cukup tajam. Harga gandum berjangka ini mengalami kenaikan ke level tertingginya dalam tiga bulan belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa permintaan akan gandum AS yang berkualitas tinggi mengalami kenaikan. Menurut laporan dari Departemen Pertanian AS Jepang berencana untuk membeli 106,000 metric ton gandum AS dan 21,000 ton gandum Kanada. Harga gandum di bulan Desember lalu mengalami peningkatan sebesar 8.8% didorong oleh spekulasi bahwa gandum AS yang berkualitas lebih tinggi dan berprotein tinggi akan lebih banyak digunakan. Harga gandum berjangka CBOT untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 26.75 sen (4.3%) dan ditutup pada posisi 6.435 dolar per bushel. Harga gandum ini sempat mencapai level 6.45 dolar per bushel, harga tertinggi sejak tanggal 3 Oktober lalu. Hingga saat ini harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 52% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari lalu di level 13.495 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel
Harga Kakao Naik di ICE Futures, Dipicu Pembelian Para Spekulan
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:45
(News - Commodity) - Harga kakao di ICE Futures terus meningkat, Rabu dinihari 07 Januari, akibat dari persediaan yang kurang menari para spekulan untuk membeli sehingga harga terus meningkat. Pada saat pembukaan pasar harga meningkat tapi pada pertengahan sesi sempat turun ke harga terendah pada $2,515 perton. Hal ini menarik para investor untuk melakukan pembelian sehingga harga terangkat kembali menjadi tertinggi di $2,589 per ton. Selama persediaan masih langka maka harga kakao masih cenderung naik, apalagi dipicu juga dengan kenaikan harga komoditas minyak dan emas yang dipengaruhi krisis Timur Tengah. Harga kakao Maret naik $13 menjadi $2,568 permetrik ton dan kontrak Mei juga naik $13 menjadi $2,559 permetrik ton. Sedangkan di Liffe London harga turun GBP15 menjadi GBP1,787 dan kontrak Mei turun GBP17 menjadi GBP1,769.
Harga Kedelai Naik ke Tertinggi Tiga Bulan di CBOT
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:30
(News - Commodity) - Harga kedelai di CBOT naik ke harga tertinggi tiga bulan, Rabu dinihari 07 Jan, akibat kuatnya permintaan akan protein sehingga secara fundamental sedang trend bullish. Permintaan akan protein nabati terus meningkat karena alasan kesehatan, demikian juga di Cina permintaan terus meningkat, tapi tidak disertai dengan produksi kedelai seimbang. Produksi kedelai di Amerika Selatan berkurang. Sehingga permintaan lebih besar dari persediaan akibatnya harga kedelai semakin meningkat. Secara tehnikal akibat dari kenaikan harga yang melewati resistan di $10 perbushel, membuat para pelaku pasar melakukan pembelian sehingga harga terus meningkat dan ditutup diatas $10 perbushel. Harga kedelai Maret naik 29 cent menjadi $10.16 perbushel. Minyak kedelai naik 214 point menjadi 37.31 cent perpound. Soy meal naik $2.80 menjadi $301 perton.
Rabu, 07 Januari 2009 - 09:30
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (07/01) terpantau mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga jagung menguat terbesar dalam jangka waktu tiga minggu belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa cuaca di Argentina dan Brazil masih akan memberikan stress bagi tanaman. Diperkirakan bahwa suhu udara di Argentina akan mengalami level 8 derajat di atas normal dalam 10 hari ke depan. Sementara itu curah hujan akan cukup kecil, yaitu sekitar 1.3 cm dlam lima hari ke depan. Kondisi cuaca yang kurang lembab ini akan mengakibatkan sulitnya proses penyerbukan di Argentina dan Brazil. Harga jagung CBOT untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 16.25 sen (4%) dan ditutup pada posisi 4.275 dolar per bushel. Peningkatan ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 16 Desember lalu. Hingga saat ini harga jagung telah meningkatn 40% dari level terendah dalam dua tahun di tanggal 5 Desember lalu pada harga 3.055 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per
bushel.
Gandum Bergerak Menguat, Spekulasi Peningkatan Permintaan Gandum AS
Rabu, 07 Januari 2009 - 09:00
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (07/01) terpantau mengalami peningkatan yang cukup tajam. Harga gandum berjangka ini mengalami kenaikan ke level tertingginya dalam tiga bulan belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa permintaan akan gandum AS yang berkualitas tinggi mengalami kenaikan. Menurut laporan dari Departemen Pertanian AS Jepang berencana untuk membeli 106,000 metric ton gandum AS dan 21,000 ton gandum Kanada. Harga gandum di bulan Desember lalu mengalami peningkatan sebesar 8.8% didorong oleh spekulasi bahwa gandum AS yang berkualitas lebih tinggi dan berprotein tinggi akan lebih banyak digunakan. Harga gandum berjangka CBOT untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 26.75 sen (4.3%) dan ditutup pada posisi 6.435 dolar per bushel. Harga gandum ini sempat mencapai level 6.45 dolar per bushel, harga tertinggi sejak tanggal 3 Oktober lalu. Hingga saat ini harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 52% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari lalu di level 13.495 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel
Harga Kakao Naik di ICE Futures, Dipicu Pembelian Para Spekulan
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:45
(News - Commodity) - Harga kakao di ICE Futures terus meningkat, Rabu dinihari 07 Januari, akibat dari persediaan yang kurang menari para spekulan untuk membeli sehingga harga terus meningkat. Pada saat pembukaan pasar harga meningkat tapi pada pertengahan sesi sempat turun ke harga terendah pada $2,515 perton. Hal ini menarik para investor untuk melakukan pembelian sehingga harga terangkat kembali menjadi tertinggi di $2,589 per ton. Selama persediaan masih langka maka harga kakao masih cenderung naik, apalagi dipicu juga dengan kenaikan harga komoditas minyak dan emas yang dipengaruhi krisis Timur Tengah. Harga kakao Maret naik $13 menjadi $2,568 permetrik ton dan kontrak Mei juga naik $13 menjadi $2,559 permetrik ton. Sedangkan di Liffe London harga turun GBP15 menjadi GBP1,787 dan kontrak Mei turun GBP17 menjadi GBP1,769.
Harga Kedelai Naik ke Tertinggi Tiga Bulan di CBOT
Rabu, 07 Januari 2009 - 08:30
(News - Commodity) - Harga kedelai di CBOT naik ke harga tertinggi tiga bulan, Rabu dinihari 07 Jan, akibat kuatnya permintaan akan protein sehingga secara fundamental sedang trend bullish. Permintaan akan protein nabati terus meningkat karena alasan kesehatan, demikian juga di Cina permintaan terus meningkat, tapi tidak disertai dengan produksi kedelai seimbang. Produksi kedelai di Amerika Selatan berkurang. Sehingga permintaan lebih besar dari persediaan akibatnya harga kedelai semakin meningkat. Secara tehnikal akibat dari kenaikan harga yang melewati resistan di $10 perbushel, membuat para pelaku pasar melakukan pembelian sehingga harga terus meningkat dan ditutup diatas $10 perbushel. Harga kedelai Maret naik 29 cent menjadi $10.16 perbushel. Minyak kedelai naik 214 point menjadi 37.31 cent perpound. Soy meal naik $2.80 menjadi $301 perton.
Minyak Mentah Lanjutkan Bearish Jelang Pengumuman Cadangan AS
Minyak Mentah Lanjutkan Bearish Jelang Pengumuman Cadangan AS
Rabu, 07 Januari 2009 - 10:00
(News - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini (07/01) terpantau mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah mengalami penurunan menjelang pengumuman data cadangan minyak mentah di AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan. Sementara itu rilis data ekonomi AS yang diumumkan malam tadi mengalami penurunan. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa ekonomi AS akan makin memburuk. Diperkirakan bahwa cadangan minyak mentah di AS mengalami kenaikan untuk dua minggu berturut-turut pada minggu yang berakhir tangga 2 Januari lalu. Sementara tiu factory orders AS di bulan November mengalami penurunan sebesar dua kali lipat dari proyeksi. Hal ini merupakan sinyal bahwa perusahaan menurunkan investasi dan produksinya. Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini mengalami penurunan sebesar 8 sen dan diperdagangkan pada posisi 48.50 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 21 sen (0.4%) dan ditutup pada posisi 48.60 dolar per barel. Harga minyak mentah pada perdagangan malam tadi sempat mencapai level tertinggi sejak tanggal 1 Desember, yaitu pada harga 50.47 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak akan mengalami rebound di tahun 2009 ini. Kemungkinan minyak akan mampu kembali bergerak ke level 60 dolar per barel. Kondisi yang terjadi di Timur Tengah merupakan penggerak harga yang sangat signifikan untuk saat ini.
Rabu, 07 Januari 2009 - 10:00
(News - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini (07/01) terpantau mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah mengalami penurunan menjelang pengumuman data cadangan minyak mentah di AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan. Sementara itu rilis data ekonomi AS yang diumumkan malam tadi mengalami penurunan. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa ekonomi AS akan makin memburuk. Diperkirakan bahwa cadangan minyak mentah di AS mengalami kenaikan untuk dua minggu berturut-turut pada minggu yang berakhir tangga 2 Januari lalu. Sementara tiu factory orders AS di bulan November mengalami penurunan sebesar dua kali lipat dari proyeksi. Hal ini merupakan sinyal bahwa perusahaan menurunkan investasi dan produksinya. Harga minyak mentah pada perdagangan hari ini mengalami penurunan sebesar 8 sen dan diperdagangkan pada posisi 48.50 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 21 sen (0.4%) dan ditutup pada posisi 48.60 dolar per barel. Harga minyak mentah pada perdagangan malam tadi sempat mencapai level tertinggi sejak tanggal 1 Desember, yaitu pada harga 50.47 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak akan mengalami rebound di tahun 2009 ini. Kemungkinan minyak akan mampu kembali bergerak ke level 60 dolar per barel. Kondisi yang terjadi di Timur Tengah merupakan penggerak harga yang sangat signifikan untuk saat ini.
Emas Bergerak Retreat, Rally Dolar Berlanjut
Emas Bergerak Retreat, Rally Dolar Berlanjut
Rabu, 07 Januari 2009 - 10:35
(News - Commodity) - Harga emas berjangka pada perdagangan hari ini (07/01) terpantau mengalami penurunan. Harga emas melemah seiring pergerakan rally dolar yang terus berlanjut. Hari ini dolar kembali menunjukkan peningkatan terhadap euro. Kondisi ini menyebabkan minat para investor untuk mengoleksi emas menjadi berkurang. Pada perdagangan hari ini dolar melanjutkan rally-nya terhadp euro. Penguatan dolar terhadap mata uang tunggal Eropa ini dipicu oleh spekulasi bahwa data inflasi produsen di Eropa yang akan diumumkan hari ini akan memperlihatkan penurunan. Penurunan inflsi di tingkat produsen akan mendorong kemungkinan ECB untuk menurunkan suku bunga. Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 0.7% dan diperdagangkan pada posisi 857.54 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 0.7% dan diperdagangkan pada posisi 859.90 dolar per ons. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas di tahun 2009 mendatang akan menguat. Trend menguat emas ini dipicu oleh pembelia terhadap aset safe haven di masa-masa ketidakpastian sektor keuangan global. Untuk jangka pendek emas masih akan berada pada kisaran harga 850 - 950 dolar per ons. Meskipun demikian kemungkinan besar emas akan dapat kembali menembus level 1000 dolar per ons.
Rabu, 07 Januari 2009 - 10:35
(News - Commodity) - Harga emas berjangka pada perdagangan hari ini (07/01) terpantau mengalami penurunan. Harga emas melemah seiring pergerakan rally dolar yang terus berlanjut. Hari ini dolar kembali menunjukkan peningkatan terhadap euro. Kondisi ini menyebabkan minat para investor untuk mengoleksi emas menjadi berkurang. Pada perdagangan hari ini dolar melanjutkan rally-nya terhadp euro. Penguatan dolar terhadap mata uang tunggal Eropa ini dipicu oleh spekulasi bahwa data inflasi produsen di Eropa yang akan diumumkan hari ini akan memperlihatkan penurunan. Penurunan inflsi di tingkat produsen akan mendorong kemungkinan ECB untuk menurunkan suku bunga. Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 0.7% dan diperdagangkan pada posisi 857.54 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 0.7% dan diperdagangkan pada posisi 859.90 dolar per ons. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas di tahun 2009 mendatang akan menguat. Trend menguat emas ini dipicu oleh pembelia terhadap aset safe haven di masa-masa ketidakpastian sektor keuangan global. Untuk jangka pendek emas masih akan berada pada kisaran harga 850 - 950 dolar per ons. Meskipun demikian kemungkinan besar emas akan dapat kembali menembus level 1000 dolar per ons.
Karet Tocom Bergerak Menguat oleh Melemahnya Yen
Karet Tocom Bergerak Menguat oleh Melemahnya Yen
Rabu, 07 Januari 2009 - 11:30
(News - Commodity) - Harga karet berjangka pada perdagangan di bursa Tocom hari ini (07/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga karet telah mengalami peningkatan selama tiga hari berturut-turut seiring dengan melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar. Depresiasi yen ini mengakibatkan harga komoditas di bursa Jepang menjadi relatif lebih murah bagi para investor luar negeri. Di samping melemahnya nilai tukar yen, kenaikan harga karet ini juga dipicu banjir yang melanda daerah penanaman karet di Thailand. Banjir di wilayah selatan Thailand membuat harga karet mengalami rally ke level tertinggi dalam dua minggu belakangan. Thailand merupakan negara produsen karet utama di dunia. Harga karet berjangka untuk kontrak bulan Juni mengalami peningkatan sebesar 0.7% dan menjadi 155.7 yen per kilo gram. Harga karet ini setara dengan 1659 dolar per metric ton. Harga karet ini merupakan yang tertinggi sejak tanggal 19 November lalu. Harga karet sepanjang tahun 2008 lalu membukukan penurunan sebesar 56%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan karet berada di kisaran 150 - 170 yen per kilo gram.
Rabu, 07 Januari 2009 - 11:30
(News - Commodity) - Harga karet berjangka pada perdagangan di bursa Tocom hari ini (07/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga karet telah mengalami peningkatan selama tiga hari berturut-turut seiring dengan melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar. Depresiasi yen ini mengakibatkan harga komoditas di bursa Jepang menjadi relatif lebih murah bagi para investor luar negeri. Di samping melemahnya nilai tukar yen, kenaikan harga karet ini juga dipicu banjir yang melanda daerah penanaman karet di Thailand. Banjir di wilayah selatan Thailand membuat harga karet mengalami rally ke level tertinggi dalam dua minggu belakangan. Thailand merupakan negara produsen karet utama di dunia. Harga karet berjangka untuk kontrak bulan Juni mengalami peningkatan sebesar 0.7% dan menjadi 155.7 yen per kilo gram. Harga karet ini setara dengan 1659 dolar per metric ton. Harga karet ini merupakan yang tertinggi sejak tanggal 19 November lalu. Harga karet sepanjang tahun 2008 lalu membukukan penurunan sebesar 56%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pad tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan karet berada di kisaran 150 - 170 yen per kilo gram.
Senin, 05 Januari 2009
Gula Menguat, Naik 9.2% di Tahun 2008 sedangkan Kopi Melemah, Alami Penurunan Tahunan Sebesar 18%
Gula Menguat, Naik 9.2% di Tahun 2008
Senin, 05 Januari 2009 - 08:30
(News - Commodity) - Harga gula berjangka pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures New York minggu lalu terpantau mengalami peningkatan. Harga gula menguat dengan adanya spekulasi bahwa supply gula global tidak akan mampu memenuhi permintaan (05/01). Sepanjang tahun 2008 lalu harga gula berjangka membukukan kenaikan harga tahunan sebesar 9.2%. Kenaikan harga gula berjangka ini didorong oleh spekulasi bahwa untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 lalu, supply gula global akan lebih kecil dibandingkan permintaan. Kondisi ini memicu kenaikan harga gula. Gula merupakan salah satu dari empat komoditas yang masih mengalami peningkatan pada tahun 2008 ini di antara 19 komoditas yang tergabung dalam indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB. Harga gula berjangka ICE Futures untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 0.04 sen (0.3%) dan ditutup pada posisi 11.85 sen per pon. Harga gula pada penutupan perdagangan minggu lalu telah mengalami kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Sepanjang minggu lalu harga gula mengalami kenaikan sebesar 7.9%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada tahun 2009 ini potensi rebound pada harga komoditas pertanian cukup besar. Hal ini mengingat penurunan harga yang terjadi di tahun 2008 lalu telah cukup besar. Untuk saat ini harga gula diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 10 - 12 sen per pon.
Kopi Melemah, Alami Penurunan Tahunan Sebesar 18%
Senin, 05 Januari 2009 - 08:10
(News - Commodity) - Harga kopi berjangka pada perdagangan di bursa ICE Futures New York pada penutupannya minggu lalu mengalami penurunan (05/01). Harga kopi melemah seiring dengan adanya laporan bahwa supply kopi dari Barzil mengalami peningkatan. Brazil merupakan produsen kopi terbesar di dunia. Harga kopi pada tahun 2008 lalu mengalami penurunan yang cukup tajam. Komoditas ini mengalami penurunan sebesar 18% sepanjang tahun 2008. Penurunan ini terjadi seiring dengan kenaikan supply kopi dari Barzil yang juga diikuti oleh melemahnya permintaan akibat krisis ekonomi global. Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu harga kopi ditutup pada posisi 1.109 dolar per pon dengan mengalami penurunan sebesar 1.15 sen (1%). Penurunan yang dialami oleh komoditas ini sepanjang tahun 2008 lalu merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 2001. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada tahun 2009 ini potensi rebound pada harga komoditas pertanian cukup besar. Hal ini mengingat penurunan harga yang terjadi di tahun 2008 lalu telah cukup besar. Untuk saat ini harga kopi diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.
Senin, 05 Januari 2009 - 08:30
(News - Commodity) - Harga gula berjangka pada akhir perdagangan di bursa ICE Futures New York minggu lalu terpantau mengalami peningkatan. Harga gula menguat dengan adanya spekulasi bahwa supply gula global tidak akan mampu memenuhi permintaan (05/01). Sepanjang tahun 2008 lalu harga gula berjangka membukukan kenaikan harga tahunan sebesar 9.2%. Kenaikan harga gula berjangka ini didorong oleh spekulasi bahwa untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 lalu, supply gula global akan lebih kecil dibandingkan permintaan. Kondisi ini memicu kenaikan harga gula. Gula merupakan salah satu dari empat komoditas yang masih mengalami peningkatan pada tahun 2008 ini di antara 19 komoditas yang tergabung dalam indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB. Harga gula berjangka ICE Futures untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 0.04 sen (0.3%) dan ditutup pada posisi 11.85 sen per pon. Harga gula pada penutupan perdagangan minggu lalu telah mengalami kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Sepanjang minggu lalu harga gula mengalami kenaikan sebesar 7.9%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada tahun 2009 ini potensi rebound pada harga komoditas pertanian cukup besar. Hal ini mengingat penurunan harga yang terjadi di tahun 2008 lalu telah cukup besar. Untuk saat ini harga gula diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 10 - 12 sen per pon.
Kopi Melemah, Alami Penurunan Tahunan Sebesar 18%
Senin, 05 Januari 2009 - 08:10
(News - Commodity) - Harga kopi berjangka pada perdagangan di bursa ICE Futures New York pada penutupannya minggu lalu mengalami penurunan (05/01). Harga kopi melemah seiring dengan adanya laporan bahwa supply kopi dari Barzil mengalami peningkatan. Brazil merupakan produsen kopi terbesar di dunia. Harga kopi pada tahun 2008 lalu mengalami penurunan yang cukup tajam. Komoditas ini mengalami penurunan sebesar 18% sepanjang tahun 2008. Penurunan ini terjadi seiring dengan kenaikan supply kopi dari Barzil yang juga diikuti oleh melemahnya permintaan akibat krisis ekonomi global. Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu harga kopi ditutup pada posisi 1.109 dolar per pon dengan mengalami penurunan sebesar 1.15 sen (1%). Penurunan yang dialami oleh komoditas ini sepanjang tahun 2008 lalu merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 2001. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pada tahun 2009 ini potensi rebound pada harga komoditas pertanian cukup besar. Hal ini mengingat penurunan harga yang terjadi di tahun 2008 lalu telah cukup besar. Untuk saat ini harga kopi diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.
Jagung Melanjutkan Penguatan Akibat Cuaca Panas Di Argentina
Jagung Melanjutkan Penguatan Akibat Cuaca Panas Di Argentina
Senin, 05 Januari 2009 - 09:50
(News - Commodity) - Komoditas jagung berjangka diperdagangkan menguat di bursa komoditas Jepang (TGE). Penguatan ini disebabkan cuaca panas melanda area perkebunan jagung di Argentina. Saat ini Argentina menjadi Negara penghasil jagung terbesar ke tiga di dunia. Cuaca panas yang melanda dikawasan perkebunan di Argentina diperkirakan akan merusak sebagian besar tanaman jagung, bahkan cuaca panas ini diperkiarakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan, hal ini diungkapkan oleh badan meteorologi setempat. Menurut beberapa analis komoditi dari bursa komoditi US (CBOT) memprediksikan bahwa komoditas jagung masih akan melanjutkan penguatan dalam seminggu ini. Pada sesi awal perdagangan jagung untuk kontrak bulan Januari 2010 dibuka menguat sebesar 470 point pada level 19.060, ini merupakan harga tertinggi pada hari ini. Pada sesi terakhir ditutup pada level 18.910, untuk harga terendahnya pada level 18.780. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa jagung berjangka masih akan melanjutkan penguatan dalam seminggu kedepan, dikarenakan faktor cuaca panas. Secara teknikal indikator ADX dan MACD sudah memberikan sinyal Weak Buy dengan level resistance terdekat berada pada 21.530 dengan level support terdekat berada pada 14.900.
Senin, 05 Januari 2009 - 09:50
(News - Commodity) - Komoditas jagung berjangka diperdagangkan menguat di bursa komoditas Jepang (TGE). Penguatan ini disebabkan cuaca panas melanda area perkebunan jagung di Argentina. Saat ini Argentina menjadi Negara penghasil jagung terbesar ke tiga di dunia. Cuaca panas yang melanda dikawasan perkebunan di Argentina diperkirakan akan merusak sebagian besar tanaman jagung, bahkan cuaca panas ini diperkiarakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan, hal ini diungkapkan oleh badan meteorologi setempat. Menurut beberapa analis komoditi dari bursa komoditi US (CBOT) memprediksikan bahwa komoditas jagung masih akan melanjutkan penguatan dalam seminggu ini. Pada sesi awal perdagangan jagung untuk kontrak bulan Januari 2010 dibuka menguat sebesar 470 point pada level 19.060, ini merupakan harga tertinggi pada hari ini. Pada sesi terakhir ditutup pada level 18.910, untuk harga terendahnya pada level 18.780. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa jagung berjangka masih akan melanjutkan penguatan dalam seminggu kedepan, dikarenakan faktor cuaca panas. Secara teknikal indikator ADX dan MACD sudah memberikan sinyal Weak Buy dengan level resistance terdekat berada pada 21.530 dengan level support terdekat berada pada 14.900.
Minyak Ke Level 48 Dolar Terseret Pusaran Konflik Gaza
Minyak Ke Level 48 Dolar Terseret Pusaran Konflik Gaza
Senin, 05 Januari 2009 - 10:00
(Nnews -Hard Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan elektronik di Asia hari ini (05/01) terpantau mengalami kenaikan. Harga minyak telah mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut akibat konflik yang terjadi di Gaza. Konflik berdarah yang telah berlangsung selama 10 hari ini mengancam stabilitas kemanan di Timur Tengah, kawasan penghasil minyak mentah terbesar di dunia. Harga minyak mentah mengalami peningkatan tajam setelah ribuan prajurit Israel bergerak memasuki wilayah Gaza. Konflik berdarah ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama mengingat belum adanya persetujuan tentang kesepakatan damai hingga saat ini. Para investor memilih untuk memegang portofolio minyak karena dikhawatirkan bahwa konflik antara Israel dan Palestina akan meluas ke Negara tetangga. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami kenaikan sebesar 2.34 dolar (5%) dan diperdagangkan pada posisi 48.68 dolar per barel pada hari ini. Pada penutupan perdagangan tanggal 2 Januari lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 3.9% dan ditutup pada posisi 46.34 dolar per barel. Kenaikan mingguan harga emas minggu lalu mencapai 23%, peningkatan terbesar sejak tahun 1986. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak akan mengalami rebound di tahun 2009 ini. Kemungkinan minyak akan mampu kembali bergerak ke level 60 dolar per barel. Kondisi yang terjadi di Timur Tengah merupakan penggerak harga yang sangat signifikan untuk saat ini.
Senin, 05 Januari 2009 - 10:00
(Nnews -Hard Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan elektronik di Asia hari ini (05/01) terpantau mengalami kenaikan. Harga minyak telah mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut akibat konflik yang terjadi di Gaza. Konflik berdarah yang telah berlangsung selama 10 hari ini mengancam stabilitas kemanan di Timur Tengah, kawasan penghasil minyak mentah terbesar di dunia. Harga minyak mentah mengalami peningkatan tajam setelah ribuan prajurit Israel bergerak memasuki wilayah Gaza. Konflik berdarah ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama mengingat belum adanya persetujuan tentang kesepakatan damai hingga saat ini. Para investor memilih untuk memegang portofolio minyak karena dikhawatirkan bahwa konflik antara Israel dan Palestina akan meluas ke Negara tetangga. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami kenaikan sebesar 2.34 dolar (5%) dan diperdagangkan pada posisi 48.68 dolar per barel pada hari ini. Pada penutupan perdagangan tanggal 2 Januari lalu harga minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 3.9% dan ditutup pada posisi 46.34 dolar per barel. Kenaikan mingguan harga emas minggu lalu mencapai 23%, peningkatan terbesar sejak tahun 1986. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak akan mengalami rebound di tahun 2009 ini. Kemungkinan minyak akan mampu kembali bergerak ke level 60 dolar per barel. Kondisi yang terjadi di Timur Tengah merupakan penggerak harga yang sangat signifikan untuk saat ini.
Emas Bergerak Menguat Didorong Konflik di Timur Tengah
Emas Bergerak Menguat Didorong Konflik di Timur Tengah
Senin, 05 Januari 2009 - 10:05
(News - Hard commodity) - Harga emas pada perdagangan elektronik di Asia hari ini (05/01) terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga emas turut terdorong oleh pusaran konflik di Timur Tengah. Para investor kembali tertarik untuk membeli emas yang terkenal sebagai investasi safe haven dan sarana hegding inflasi. Konflik antara Israel-Palestina yang telah berlangsung selama 10 hari belakangan diperkirakan tidak akan berakhir dengan mudah. Perjanjian damai yang sedang diusahakan oleh PBB menemui jalan buntu karena kedua pihak yang bertikai menolak semua opsi. Konflik antara Israel-Palestina ini merupakan yang paling besar dalam satu dekade belakangan. Harga emas spot di Asia hari ini mengalami peningkatan sebesar 0.9% ke posisi 881.75 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 0.4% ke posisi 883.3 dolar per ons. Sementara itu harga kontrak emas Tocom untuk bulan Desember 2009 mengalami peningkatan sebesar 45 yen menjadi 2618 yen per gram. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas di tahun 2009 mendatang akan menguat. Trend menguat emas ini dipicu oleh pembelia terhadap aset safe haven di masa-masa ketidakpastian sektor keuangan global. Untuk jangka pendek emas masih akan berada pada kisaran harga 850 - 950 dolar per ons. Meskipun demikian kemungkinan besar emas akan dapat kembali menembus level 1000 dolar per ons.
Senin, 05 Januari 2009 - 10:05
(News - Hard commodity) - Harga emas pada perdagangan elektronik di Asia hari ini (05/01) terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga emas turut terdorong oleh pusaran konflik di Timur Tengah. Para investor kembali tertarik untuk membeli emas yang terkenal sebagai investasi safe haven dan sarana hegding inflasi. Konflik antara Israel-Palestina yang telah berlangsung selama 10 hari belakangan diperkirakan tidak akan berakhir dengan mudah. Perjanjian damai yang sedang diusahakan oleh PBB menemui jalan buntu karena kedua pihak yang bertikai menolak semua opsi. Konflik antara Israel-Palestina ini merupakan yang paling besar dalam satu dekade belakangan. Harga emas spot di Asia hari ini mengalami peningkatan sebesar 0.9% ke posisi 881.75 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 0.4% ke posisi 883.3 dolar per ons. Sementara itu harga kontrak emas Tocom untuk bulan Desember 2009 mengalami peningkatan sebesar 45 yen menjadi 2618 yen per gram. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas di tahun 2009 mendatang akan menguat. Trend menguat emas ini dipicu oleh pembelia terhadap aset safe haven di masa-masa ketidakpastian sektor keuangan global. Untuk jangka pendek emas masih akan berada pada kisaran harga 850 - 950 dolar per ons. Meskipun demikian kemungkinan besar emas akan dapat kembali menembus level 1000 dolar per ons.
Karet Menguat, Cina Meningkatkan Permintaan
Karet Menguat, Cina Meningkatkan Permintaan
Senin, 05 Januari 2009 - 10:36
(News - Commodity) - Komoditas rubber berjangka diperdagangkan menguat pada hari ini (05/01) di bursa komoditas Jepang (TOCOM), hal ini disebabkan adanya permintaan dari Cina. Saat ini Cina merupakan salah satu Negara pengimport karet terbesar di dunia Pemerintah Cina menetapkan untuk meningkatkan jumlah import karet, setelah tahun baru Cina mendatang. Pemerintah Cina berusaha untuk memenuhi kebutuhan karet untuk industri karet local. Seiring melemahnya harga minyak dunia menyebabkan tingkat produktivitas sektor industri karet meningkat dan berdampak permintaan akan karet sebagai bahan baku juga meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir komoditas karet menjadi komoditas yang susah dicari di pasar. Hal ini dikarenakan beberapa negara penghasil karet dunia membatasi jumlah produksinya dengan tujuan menahan pelemahan harga komoditi karet. Menurut analis dari Vibiz research dari Vibiz Consulting bahwa komoditas rubber untuk kontrak bulan Juni 2009 masih akan melanjutkan penguatan seminggu ini. Secara teknikal indikator MACD memberikan sinyal weak buy dan ADX memberikan sinyal strong buy. Resistance terdekat berada pada level 167.90 dan level support terdekatnya berada pada level 125.90.
Senin, 05 Januari 2009 - 10:36
(News - Commodity) - Komoditas rubber berjangka diperdagangkan menguat pada hari ini (05/01) di bursa komoditas Jepang (TOCOM), hal ini disebabkan adanya permintaan dari Cina. Saat ini Cina merupakan salah satu Negara pengimport karet terbesar di dunia Pemerintah Cina menetapkan untuk meningkatkan jumlah import karet, setelah tahun baru Cina mendatang. Pemerintah Cina berusaha untuk memenuhi kebutuhan karet untuk industri karet local. Seiring melemahnya harga minyak dunia menyebabkan tingkat produktivitas sektor industri karet meningkat dan berdampak permintaan akan karet sebagai bahan baku juga meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir komoditas karet menjadi komoditas yang susah dicari di pasar. Hal ini dikarenakan beberapa negara penghasil karet dunia membatasi jumlah produksinya dengan tujuan menahan pelemahan harga komoditi karet. Menurut analis dari Vibiz research dari Vibiz Consulting bahwa komoditas rubber untuk kontrak bulan Juni 2009 masih akan melanjutkan penguatan seminggu ini. Secara teknikal indikator MACD memberikan sinyal weak buy dan ADX memberikan sinyal strong buy. Resistance terdekat berada pada level 167.90 dan level support terdekatnya berada pada level 125.90.
Harga Komoditas Di TGE Kembali Melonjak
Harga Komoditas Di TGE Kembali Melonjak
Senin, 05 Januari 2009 - 12:08
(News - Commodity) - Harga komoditas yang dipasarkan dipasar komoditas biji-bijian Jepang (TGE) pada sesi perdagangan hari ini (05/01) mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Kenaikan harga pada semua komoditas disebabkan oleh naiknya harga minyak mentah dunia dan melemahnya nilai tukar Yen Jepang terutama terhadap mata uang utama dunia. Sampai dengan sesi perdagangan siang hari ini harga komoditas Jepang terpantau menguat. Komoditas gula terpantau mencapai batas atas pergerakan harga (limit up) Harga komoditas Gula untuk kontrak bulan Januari 2010 ditutup pada level 26.670 naik 1000 points. Menurut analisa dari vibizresearch diu vibizconsulting harga komoditas di pasar Jepang (TGE) masih akan terus berlanjut naik mengingat masih belum kondusifnya situasi di Timur Tengah yang masih akan berpeluang mengangkat harga minyak mentah dunia.
Senin, 05 Januari 2009 - 12:08
(News - Commodity) - Harga komoditas yang dipasarkan dipasar komoditas biji-bijian Jepang (TGE) pada sesi perdagangan hari ini (05/01) mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Kenaikan harga pada semua komoditas disebabkan oleh naiknya harga minyak mentah dunia dan melemahnya nilai tukar Yen Jepang terutama terhadap mata uang utama dunia. Sampai dengan sesi perdagangan siang hari ini harga komoditas Jepang terpantau menguat. Komoditas gula terpantau mencapai batas atas pergerakan harga (limit up) Harga komoditas Gula untuk kontrak bulan Januari 2010 ditutup pada level 26.670 naik 1000 points. Menurut analisa dari vibizresearch diu vibizconsulting harga komoditas di pasar Jepang (TGE) masih akan terus berlanjut naik mengingat masih belum kondusifnya situasi di Timur Tengah yang masih akan berpeluang mengangkat harga minyak mentah dunia.
Minyak Masih Naik; Kondisi Keamanan Timur Tengah Makin Kritis
Minyak Masih Naik; Kondisi Keamanan Timur Tengah Makin Kritis
Senin, 05 Januari 2009 - 20:30
(ews - Commodity) - Harga minyak pada malam hari ini (5/01) masih memperlihatkan penguatan. Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap infiltrasi pasukan Israel yang telah memasuki wilayah Gaza. Hal tersebut semakin memperkeruh kondisi keamanan di wilayah Timur Tengah. Semakin banyaknya korban yang meninggal dan besarnya kerusakan fasilitas yang terjadi di wilayah Gaza semakin membuat salah satu wilayah Palestina tersebut semakin tersudut. Kondisi ini membuat harga minyak semakin terdorong naik diiringi oleh kebijakan pengurangan produksi minyak mentah yang dilakukan oleh negara-negara anggota OPEC yang rencanannya akan dilakukan pada pekan ini. Minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Februari meningkat sebesar 2,34 dollar atau 5,1% menjadi 48,68 dollar/barel. Berdasarkan beberapa waktu dimana pada Juli 2006 atau pada saat perang antara Israel dengan Hisbullah sempat membuat harga minyak meningkat sebesar 23%. Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga minyak masih akan mengalami peningkatan. Selain dari faktor perang antara Israel-Hamas, peningkatan harga minyak juga dipengaruhi oleh kemungkinan akan turunnya kembali persediaan minyak mentah AS, mengingat masih rendahnya permintaan masyarakat AS dalam beberapa pekan terakhir. Pekan lalu diketahui bahwa persediaan minyak AS turun sebesar 28,1 juta barel. Menurut Departemen Energi AS, tren penurunan persediaan minyak ini diperkirakan akan berlanjut jika harga minyak terus mengalami peningkatan, seiring semakin memanasnya kondisi di Timur Tengah.
Senin, 05 Januari 2009 - 20:30
(ews - Commodity) - Harga minyak pada malam hari ini (5/01) masih memperlihatkan penguatan. Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap infiltrasi pasukan Israel yang telah memasuki wilayah Gaza. Hal tersebut semakin memperkeruh kondisi keamanan di wilayah Timur Tengah. Semakin banyaknya korban yang meninggal dan besarnya kerusakan fasilitas yang terjadi di wilayah Gaza semakin membuat salah satu wilayah Palestina tersebut semakin tersudut. Kondisi ini membuat harga minyak semakin terdorong naik diiringi oleh kebijakan pengurangan produksi minyak mentah yang dilakukan oleh negara-negara anggota OPEC yang rencanannya akan dilakukan pada pekan ini. Minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Februari meningkat sebesar 2,34 dollar atau 5,1% menjadi 48,68 dollar/barel. Berdasarkan beberapa waktu dimana pada Juli 2006 atau pada saat perang antara Israel dengan Hisbullah sempat membuat harga minyak meningkat sebesar 23%. Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga minyak masih akan mengalami peningkatan. Selain dari faktor perang antara Israel-Hamas, peningkatan harga minyak juga dipengaruhi oleh kemungkinan akan turunnya kembali persediaan minyak mentah AS, mengingat masih rendahnya permintaan masyarakat AS dalam beberapa pekan terakhir. Pekan lalu diketahui bahwa persediaan minyak AS turun sebesar 28,1 juta barel. Menurut Departemen Energi AS, tren penurunan persediaan minyak ini diperkirakan akan berlanjut jika harga minyak terus mengalami peningkatan, seiring semakin memanasnya kondisi di Timur Tengah.
Langganan:
Postingan (Atom)
