Kamis, 15 Januari 2009

Emas Menguat oleh Rebound Teknikal. Minyak Mentah Makin Terbenam Sentimen Buruk Ressesi

Emas Menguat oleh Rebound Teknikal
Kamis, 15 Januari 2009 - 11:45
(News - Commodity) - Harga emas pada perdagangan sesi Asia hari ini (15/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga emas secara teknikal mengalami rebound menjelang pengumuman penetapan suku bunga di Eropa malam nanti. Akan tetapi arahan negatif masih diperoleh dari melemahnya harga minyak mentah dan anjloknya bursa saham global. Nilai tukar euro pada perdagangan hari in tampak mengalami penurunan terhadap dolar dan yen. Menjelang penetapan suku bunga di Eropa, diperkirakan secara luas bahwa suku bunga Eropa akan mengalami penurunan sebesar 50 bps. Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 60 sen dan diperdagangkan pada posisi 811.15 dolar per ons. pada perdagangan di bursa Nymex malam tadi harga emas spot sempat mengalami penurunan ke level terendahnya dalam satu bulan di posisi 806.40 dolar per ons. Sementara itu harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 3.6 dolar dan saat ini diperdagangkan pada posisi 812.4 dolar per ons. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas untuk jangka pendek masih berpotensi untuk bergerak volatil. Turunnya harga minyak dapat menjadi arahan negative bagi pergerakan harga emas, sementara itu pencarian asset safe haven di tengah ketidak pastian ekonomi masih akan mendorong pergerakan harga emas. Untuk saat ini pergerakan emas akan cenderung berada di kisaran 750 - 900 dolar per ons. (IA) Read More

Minyak Mentah Makin Terbenam Sentimen Buruk Ressesi
Kamis, 15 Januari 2009 - 11:30
(News - Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan elektronik di Asia hari ini (15/01) terpantau mengalami penurunan lanjutan. Harga minyak mentah mengalami penurunan setelah malam tadi melemah di tengah makin suramnya prospek perbaikan ekonomi AS. Malam tadi rilis data penjualan eceran di AS anjlok tajam dan cadangan minyak di negara tersebut melonjak. Cadangan minyak mentah di AS mengalami peningkatan sebesar 1.14 juta barel menjadi 326.6 juta barel pada minggu yang berakhir tanggal 11 Januari lalu. Cadangan minyak mentah tersebut merupakan yang paling besar sejak tanggal 31 Agustus 2007. sementara itu penjualan eceran di AS anjlok 2.7% di bulan Desember, menguatkan sinyal bahwa resesi di AS akan makin buruk dan panjang. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 73 sen (2%) dan diperdagangkan pada posisi 36.55 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 50 sen (1.3%) dan ditutup pada possi 37.28 dolar per barel, penutupan terendah sejak tanggal 24 Desember lalu. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel. (IA) Read More

Kopi Melemah Iringi Anjlok Komoditas oleh Prospek Ekonomi yang Makin Buruk. Kakao Melemah, Supply dari Pantai Gading Membludak

Kopi Melemah Iringi Anjlok Komoditas oleh Prospek Ekonomi yang Makin Buruk
Kamis, 15 Januari 2009 - 10:40
(News - Commodity) - Melemahnya harga komoditas global turut memberikan tekanan bagi pergerakan harga kopi di penutupan perdagangannya di bursa berjangka ICE Futures New York dini hari tadi (15/01). Harga kopi arabika mengalami penurunan setelah bursa sham dan komoditas mengalami penurunan tajam dipicu makin kuatnya kekhawatiran mengenai memburuknya resesi di AS. Dini hari tadi indeks komoditas Reuters/Jefferies CRB yang memuat pergerakan dari 19 komoditas mengalami penurunan sebesar 1.9%. Indeks ini mengalami penutupan pada posisi terendahnya sejak tanggal 31 Desember lalu. Harga kopi robusta yang diperdagangkan di bursa London turut mengalami penurunan. Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 0.1 sen (0.1%) dan ditutup pada posisi 1.1465 dolar per pon. Harga kopi robusta berjangka di bursa Liffe, London, mengalami penurunan sebesar 11 dolar (0.7%) dan ditutup pada posisi 1,638 dolar per metric ton. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa penurunan harga kopi yang terjadi saat ini lebih dikarenakan kekhawatiran mengenai memburuknya kondisi ekonomi global. Pada tahun 2009 ini diperkirakan pergerakan harga komoditas pertanian, termasuk kopi, akan mengalami peningkatan karena hingga saat ini penurunan harga yang telah terjadi sangat tajam. Harga kopi arabika masih akan berada pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon. (IA) Read More

Kakao Melemah, Supply dari Pantai Gading Membludak
Kamis, 15 Januari 2009 - 10:36
(News - Commodity) - Harga kakao berjangka pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures New York dini hari tadi (15/01) tampak mengalami penurunan. Harga kakao anjlok ke level terendah dalam satu bulan belakangan setelah pengiriman ke pelabuhan-pelabuhan di Pantai Gading mengalami peningkatan. Pantai Gading merupakan negara produsen kakao terbesar di dunia. Pengiriman kakao ke pelabuhan di Abidjan dan San Pedro di Pantai Gading mengalami kenaikan sebesar 48% dibandingkan tahun lalu. Pada minggu yang berakhir tanggal 4 Januari lalu pengiriman ke pelabuhan-pelabuhan di pantai Gading mencapai 42,448 metric ton. Harga kakao berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 87 dolar (3.5%) dan ditutup pada posisi 2,398 dolar per metric ton. Harga kakao ini sempat mengalami penurunan hingga mencapai level terendah sejak tanggal 12 Desember pada harga 2,367 dolar per metric ton. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting bahwa melambatnya permintaan terhadap kakao di Eropa dan AS dalam jangka pendek akan makin menekan harga komoditas ini. Meskipun demikian di tahun 2009 ini potensi untuk menguat cukup besar karena harga kakao di tahun 2008 telah mengalami penurunan tajam. Untuk saat ini harga kakao akan berada di kisaran 2000 - 2500 dolar per metric ton. (IA) Read More

Kedelai Stagnan, Setelah Sempat Naik 1.9%. Jagung Menguat oleh Kekeringan di Argentina. Gandum Menguat, Spekualsi Peningkatan Permintaan

Kedelai Stagnan, Setelah Sempat Naik 1.9%
Kamis, 15 Januari 2009 - 10:00
(News - Commodity) - Harga kedelai berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi tampak bergerak stagnan (15/01). Meskipun ditutup stagnan, harga kedelai sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pergerakan harga kedelai yang cukup volatil ini disebabkan adanya dua arahan perdagangan yang cukup kuat. Pergerakan menguat kedelai disebabkan oleh kekeringan di Argentina yang merupakan produsen kedelai terbesar kedua di dunia. Kekeringan di negara ini berpotensi menurunkan produksi panen dan mendorong peningkatan permintaan kedelai AS. Sementara itu arahan melemah kedelai disebabkan oleh makin buruknya kondisi ekonomi AS yang ditandai dengan anjloknya penjualan eceran di bulan Desember. Pad penutupan perdagangannya, harga kedelai CBOT berjangka untuk kontrak bulan Maret berada di posisi 9.715 dolar per bushel, atau tetap dari posisi penutupan perdagangannya kemarin. Harga kedelai sempat meningkat sebesar 1.9% sebelum kembali melemah. Harga komoditas ini telah mengalami penurunan sebesar 41% sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu di posisi harga 16.3675 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan cenderung menguat karena penurunan pada tahun 2008 lalu telah terlampau tajam. Untuk saat ini harga kedelai berjangka diperkirakan akan menemui level keseimbangan pada kisaran 9 - 10 dolar per bushel. (IA) Read More

Jagung Menguat oleh Kekeringan di Argentina

Kamis, 15 Januari 2009 - 09:15
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (15/01) terpantau mengalami peningkatan. Komoditas ini menguat untuk pertama kalinya dalam tiga hari belakangan dipicu oleh spekulasi bahwa kekeringan akan memperburuk prospek panen di Argentina. Argentina adalah negara produsen jagung terbesar kedua di dunia. Rendahnya curah hujan di negara tersebut dan suhu udara yang di atas normal mengakibatkan stress pada tanaman yang sedang berada dalam fase penyerbukan. Cuaca panas di Argentina ini telah mengakibatkan matinya hewan-hewan dan rusaknya tanaman. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 4 sen (1.1%) dan ditutup pada posisi 3.665 dolar per bushel. Harga jagung pada perdagangan malam tadi sempat mencapai level terendah harian di posisi 3.5875 dolar per bushel, harga ini merupakan yang terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Harga jagung telah anjlok 54% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Juni lalu di posisi 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan cenderung menguat karena penurunan pada tahun 2008 lalu telah terlampau tajam. Untuk saat ini harga jagung berjangka diperkirakan akan menemui level keseimbangan pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Gandum Menguat, Spekualsi Peningkatan Permintaan
Kamis, 15 Januari 2009 - 08:00
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (15/01) terpantau mengalami peningkatan. Komoditas ini menguat untuk dua hari berturut-turut dipicu oleh spekulasi meningkatnya permintaan terhadap gandum AS. Menurut rumor yang beredar di pasaran, pembeli dari Filipina akan melakukan pembelian gandum AS untuk pengiriman bulan Maret dan April sebesar 100,000 metric ton. Pembelian ini ditujukan untuk menutupi defisit gandum dalam negeri di negara tersebut. Harga gandum berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 3.5 sen (0.6%) dan ditutup pada posisi 5.7425 dolar per bushel. Harga gandum telah mengalami peningkatan sebesar 22% sejak mencapai level terendah dalam 18 bulan di tanggal 5 Desember lalu. Sejak mdncetak rekor tanggal 27 Februari 2008 lalu harga gandum mengalami penurunan sebesar 57%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan cenderung menguat karena penurunan pada tahun 2008 lalu telah terlampau tajam. Untuk saat ini harga gandum berjangka diperkirakan akan menemui level keseimbangan pada kisaran 5 - 7 dolar per bushel. Read More

Emas Melemah, Turun ke Posisi Terendah dalam 5 Minggu

Emas Melemah, Turun ke Posisi Terendah dalam 5 Minggu
Kamis, 15 Januari 2009 - 07:35
(News - Commodity) - Harga emas berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi (15/01) terpantau mengalami penurunan. Harga emas mengalami penurunan ke level terendah dalam lima minggu belakangan seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar AS. Kondisi ini mengakibatkan turunnya minat para investor terhadap investasi di logam mulia. Pada perdagangan malam tadi indeks dolar mengalami peningkatan untuk hari keempatnya berturut-turut. Para investor saat ini lebih memilih untuk memgang uang kas karena dikahawatirkan kondisi ekonomi makin memburuk. Pada rilis data malam tadi terlihat tingkat penjualan eceran di AS mengalami penurunan tajam dua kali lipat lebih besar dari estimasi. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 11.90 dolar (1.5%) dan ditutup pada posisi 808.80 dolar per ons. Posisi penutupan perdagangan ini merupakan yang terendah sejak tanggal 10 Desember lalu. Sementara itu harga perak berjangka kontrak Maret mengalami penurunan sebesar 20.5 sen (1/9%) dan ditutup pada posisi 10.475 dolar per ons. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas untuk jangka pendek masih berpotensi untuk bergerak volatil. Turunnya harga minyak dapat menjadi arahan negative bagi pergerakan harga emas, sementara itu pencarian asset safe haven di tengah ketidak pastian ekonomi masih akan mendorong pergerakan harga emas. Untuk saat ini pergerakan emas akan cenderung berada di kisaran 750 - 900 dolar per ons.

Minyak Melemah, Cadangan AS Naik Tajam

Minyak Melemah, Cadangan AS Naik Tajam
Kamis, 15 Januari 2009 - 07:25
(News - Commodity) - Harga minyak mentah pada penutupan perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi (15/01) terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah retreat setelah sempat menguat kemarin seiring dengan meningkatnya cadangan minyak di AS dan sinyal bahwa permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut mengalami penurunan tajam. Permintaan terhadap BBm jenis minyak distilasi di AS mengalami penurunan hingga mencapai level terendahnya dalam lima tahun belakangan. Anjloknya konsumsi bahan baker ini dipicu oleh turunnya produksi industri di negara tersebut. Cadangan BBM di AS pada minggu yang berakhir tanggal 9 Januari lalu mengalami peningkatan sebesar 6.4 juta barel. Harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 50 sen dan ditutup pada posisi 37.28 dolar per barel. Sementara itu harga minyak metnah Brent justru mengalami peningkatan seiring makin memanasnya perselisihan antara Rusia dan Ukraina mengenai supply gas. Brent kontrak Februari mengalami peningkatan sebesar 25 sen menjadi 45.08 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel.

Selasa, 13 Januari 2009

Emas Sesi Asia Rebound Iringi Apresiasi Euro

Emas Sesi Asia Rebound Iringi Apresiasi Euro
Rabu, 14 Januari 2009 - 11:00
(News - Commodity) - Harga emas pada perdagangan di Asia hari ini (14/01) terpantau mengalami peningkatan. Kenaikan harga logam mulia ini didorong oleh rally euro-dolar dan kenaikan yang dialami oleh harga minyak mentah. Meskipun demikian perdagangan emas hari ini tidak terlalu besar volumenya karena para investor masih menantikan hasil pertemuan ECB besok. Para investor mengharapkan ECB akan menurunkan suku bunga Eropa sebesar 50 bps pada hari Kamis besok. menjadi 2.5%. Penurunan suku bunga ini akan membuat euro mengalami pelemahan terhadap dolar AS dan rival-rival lainnya. Penurunan suku bunga ini sudah diprekirakan secara luas sebab sangat penting untuk kembali menggairahkan perekonomian di kawasan Eropa. Pada perdagangan hari ini harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 3.35 dolar dan diperdagangkan pada posisi 824.40 dolar per ons. Pada perdagangan malam tadi harga emas sempat mencapai level terendah dalam satu bulan di posisi 814 dolar per ons. Sementara itu harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 4.3 dolar menjadi 825 dolar per ons. Menurut analisis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih berpotensi untuk menguat. Potensi menguat emas ini didorong oleh kondisi dolar yang masih labil. Dolar AS diperkirakan masih akan mengalami tekanan disebabkan ekonomi AS yang masih akan memburuk. Untuk saat ini harga emas masih akan cenderung berada di kisaran 800 - 950 dolar per ons. Untuk jangka panjang emas berpotensi menembus level 1000 dolar per ons.

Minyak Mentah Masih Rally, OPEC Sinyalkan Penurunan Produksi Lanjutan

Minyak Mentah Masih Rally, OPEC Sinyalkan Penurunan Produksi Lanjutan
Rabu, 14 Januari 2009 - 10:20
(News - Commodity) - Pada perdagangan elektroniknya hari ini harga minyak mentah Nymex mengalami peningkatan (14/01). Harga minyak mentah kembali menguat setelah pada akhir perdagangan dini hari tadi juga membukukan kenaikan. Kenaikan harga minyak mentah ini dipicu oleh rencana OPEC untuk kembali menurunkan kuota produksinya untuk dapat memberikan stabilitas harga minyak. Presiden Hugo Chavez dari Venezuela menyatakan bahwa OPEC bersedia mempertimbangkan kembali menurunkan kuota produksi untuk dapat mestabilkan harga minyak mentah dunia yang turun tajam akhir-akhir ini. Kemarin Menteri Perminyakan Arab Saudi menyatakan bahwa negara tersebut akan menurhnkan kuota produksi dengan lebih besar dibandingkan target produksi yang disepakati pada tanggal 17 Desember lalu. Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami kenaikan sebesar 1.47 dolar (3.9%) dan diperdagangkan pada posisi 39.25 dolar per barel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 19 sen (0.5%) dan ditutup pada posisi harga 37.78 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel.

Emas Berjangka Melemah oleh Rally Dolar

Emas Berjangka Melemah oleh Rally Dolar
Rabu, 14 Januari 2009 - 08:45
(News - Commodity) - Pada penutupan perdagangan di bursa Nymex dini hari tadi (14/01) harga emas berjangka terpantau mengalami penurunan. Turunnya harga logam mulia ini didorong oleh menguatnya dolar AS setelah defisit perdagangan AS di bulan November mengalami penurunan taja. Kondisi ini mengakibatkan minat para investor terhadap logam mulia berkurang. Pada perdagangan malam tadi nilai tukar dolar mengalami kenaikan sebesar 1.7% terhadap euro. Peningkatan nilai tukar dolar terhadap euro ini dipicu oleh spekulasi bahwa ECB akan menurunkan suku bunga di Eropa untuk kembali mendorong roda perekonomian. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 30 sen menjadi 820.70 dolar per ons. Harga emas berjangka ini sempat mencapai level terendah harian di posisi 814 dolar per ons, terendah sejak tanggal 12 Desember lalu.Harga logam mulia ini mengalami penurunan sebesar 4%. Menurut analisis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih berpotensi untuk menguat. Potensi menguat emas ini didorong oleh kondisi dolar yang masih labil. Dolar AS diperkirakan masih akan mengalami tekanan disebabkan ekonomi AS yang masih akan memburuk. Untuk saat ini harga emas masih akan cenderung berada di kisaran 800 - 950 dolar per ons. Untuk jangka panjang emas berpotensi menembus level 1000 dolar per ons.

Penurunan Supply Arab Saudi Angkat Harga Minyak

Penurunan Supply Arab Saudi Angkat Harga Minyak
Rabu, 14 Januari 2009 - 07:00
(News - Commodity) - Harga minyak mentah mengalami peningkatan pada penutupan perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi (14/01). Harga komoditas ini mengalami kenaikan setelah Arab Saudi menyatkan akan menurunkan supply dengan lebih drastic untuk mengatasi turunnya harga minyak mentah. Dinyatakan oleh Menteri Perminyakan Arab Saudi bahwa produksi minyak mentah bulan Februari akan kurang dari target yang ditetapkan pada tanggal 17 Desember lalu oleh OPEC. Penurunan kuota produksi Arab Saudi ini merupakan inisiatif negara tersebut setelah penurunan kuota OPEC gagal mengangkat kembali harga minyak mentah. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah Nymex untuk kontrak Februari mengalami peningkatan sebesar 19 sen (0.5%) dan ditutup pada posisi 37.78 dolar per barel. Sementara itu harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 1.92 dolar (4.5%) dan ditutup pada posisi harga 44.83 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel.

Jagung Melemah Tajam, Capai Harga Terendah Sejak 12 Desember

Jagung Melemah Tajam, Capai Harga Terendah Sejak 12 Desember
Rabu, 14 Januari 2009 - 09:00
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada akhir perdagangannya di bursa CBOT dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga jagung anjlok ke level terendah dalam lebih dari satu bulan belakangan seiring dengan meningkatnya cadangan jagung di AS. Kenaikan cadangan jagung ini merupakan sinyal bahwa permintaan jagung baik sebagai bahan pangan maupun sebahai bahan baku bio fuel menurun. Cadangan jagung di AS pada tanggal 31 Agustus mendatang diperkirakan akan mencapai level 1.79 miliar bushel. Angka proyeksi ini mengalami kenaikan dari proyeksi yang dibuat bulan Desember lalu yang menyatakan sebesar 1.474 miliar bushel. Diperkirakan bahwa supply jagung global akan mengalami peningkatan menjadi yang terbesar sejak tahun 2002 lalu. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 18.25 sen (4.8%) dan ditutup pada posisi 3.625 dolar per bushel. Harga jagung pada sesi perdagangan hari ini sempat mengalami penurunan hingga mencapai level 3.6175 dolar per bushel, harga terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Selama dua sesi belakangan harga jagung membukukan penurunan sebesar 12%. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga jagung untuk saat ini pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Kopi Menguat, Ekspor dari Kolombia Turun

Kopi Menguat, Ekspor dari Kolombia Turun
Rabu, 14 Januari 2009 - 09:20
(News - Commodity) - Harga kopi berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa ICE Futures dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami peningkatan. Kenaikan harga komoditas ini didorong oleh turunnya ekspor kopi dari Kolombia. Negara ini merupakan produsen kopi arabika terbesar kedua di dunia. Cadangan kopi dari Kolombia mengalami penurunan sebesar 68% selama tahun 2008 lalu. Pada bulan Januari ini cadangan kopi dari Kolombia mengalami penurunan sebesar 9%. Penurunan ekspor dari negara ini disebabkan oleh kerusakan tanama akibat curah hujan yang terlampau besar. Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami kenaikan sebesar 0.25 sen (0.2%) dan ditutup pada posisi 1.1475 dolar per pon. Tahun ini kopi telah mengalami kenaikan sebesar 2.4%. sementara itu harg akopi robusta pada akhir perdagangan di bursa London mengalami penurunan sebesar 16 dolar (1%) dan ditutup pada posisi 1649 dolar per ton. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga kopi untuk saat ini pada kisaran 1 - 1.2 dolar per pon.

Kedelai Menguat Seiring Kekeringan di Argentina

Kedelai Menguat Seiring Kekeringan di Argentina
Rabu, 14 Januari 2009 - 10:00
(News - Commodity) - Harga kedelai berjangka pada penutupan perdagangannya di bursa CBOT dini hari tadi (14/01) terpantau mengalami rebound setelah pada perdagangan sebelumnya mengalami penurunan terbesar dalam tiga bulan belakangan. Rebound harga jagung ini dipicu oleh spekulasi bahwa cuaca yang panas dan kering di Argentina akan mengakibatkan rusaknya tanaman di negara tersebut. Diperkirakan suhu udara dan cuaca di Argentina akan mengalami kekeringan yang cukup mengkhawatirkan. Dilaporkan bahwa dalam 16 hari ke depan curah hujan di Argentina hanya akan mencapai kurang dari 1 inchi (2.5 cm). suhu udara di negara terseut akan mencapai 5 derajat Fahrenheit lebih panas dibandingkan suhu udara normal. Harga kedelai berjangk auntuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 5.5 sen (0.6%) dan ditutup pada posisi 9.715 dolar per bushel. Kemarin harga kedelai anjlok tajam sebesar 6.8%, penurunan terbesarnya sejak tanggal 10 Oktober lalu. Sejak mencetak rekor pada tanggal 3 Juli lalu harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 41%. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga kedelai untuk saat ini pada kisaran 8 - 10 dolar per bushel.

Harga Jagung Hari Ini Rebound oleh Kekeringan di Argentina

Harga Jagung Hari Ini Rebound oleh Kekeringan di Argentina
Rabu, 14 Januari 2009 - 11:06
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka CBOT pada perdagangan elektronik hari ini (14/01) terpantau mengalami rebound setelah kemarin mencapai level terendah dalam satu bulan belakangan. Harga jagung CBOT ini rebound setelah laporan cuaca memperlihatkan potensi cuaca kering dan panas di daerah penanaman jagung di Argentina. Diperkirakan suhu udara dan cuaca di Argentina akan mengalami kekeringan yang cukup mengkhawatirkan. Dilaporkan bahwa dalam 16 hari ke depan curah hujan di Argentina hanya akan mencapai kurang dari 1 inchi (2.5 cm). suhu udara di negara terseut akan mencapai 5 derajat Fahrenheit lebih panas dibandingkan suhu udara normal. Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret pada perdagangan elektronik mengalami kenaikan sebesar 1.9% menjadi 3.695 dolar per bushel. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga jagung mengalami penurunan sebesar 18.25 sen (4.8%) dan ditutup pada posisi 3.625 dolar per bushel. Harga jagung pada sesi perdagangan malam tadi sempat mengalami penurunan hingga mencapai level 3.6175 dolar per bushel, harga terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Analis Vibiz research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga komoditas pertanian masih akan cenderung tertekan sebelum pada akhirnya bergerak rebound. Tekanan akibat lesunya permintaan akan menahan harga jagung untuk saat ini pada kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Minyak Berakhir Anjlok 8% oleh Kekhawatiran Penurunan Permintaan

Minyak Berakhir Anjlok 8% oleh Kekhawatiran Penurunan Permintaan
Selasa, 13 Januari 2009 - 08:00
(News - Hard Commodity) - Harga minyak mentah Nymex pada penutupan perdagangannya hari ini (13/01) terlihat mengalami penurunan yang cukup taja. Harg akomoditas sumber energi ini anjlok didorong oleh kembali mengemukanya kekhawatiran tentang memburuknya kondisi resesi di dunia. Kondisi ini akan mengakibatkan penurunankonsumsi bahan bakar sehingga melemahnya harga minyak mentah. Pada akhir perdagangannya harga minyak metnah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 3.24 dolar (7.94%) dan ditutup pada posisi 37.59 dolar per barel. Harga minyak sempat mencapai level harian terendah di posisi 37.48 dolar per barel. Harga minyak mentah Brent untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 1.51 dolar menjadi 42.91 dolar per barel. Harga minyak mentah seolah mengabaikan seruan OPEC tentang kemungkinan penurunan kuota produksi lebih lanjut. Penurunan harg aminyak juga tetap terjadi meskipun hingga saat ini permintaan minyak penghangat di AS tetap tinggi seiring dengan suhu udara musim dingin yang semakin menggigit. Tampakny akondisi makroekonomi dunia merupakan focus pasar satu-satunya untuk saat ini. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel.

Emas Berjangka Melemah Tajam Iringi Kenaikan Dolar dan Turunnya Minyak

Emas Berjangka Melemah Tajam Iringi Kenaikan Dolar dan Turunnya Minyak
Selasa, 13 Januari 2009 - 09:00
(News - Hard Commodity) - Harga emas pada penutupan perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi (13/01) terpantau mengalami penurunan tajam. Komoditas logam mulia ini anjlok terbesar dalam enam minggu belakangan seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar AS dan melemahnya harga minyak mentah. Pada perdagangan malam tadi nilai tukar dolar mengalami peningkatan sebesar 0.7% terhadap enam rival utamanya yang tergabung dalam indeks dolar. Pergerakan harga komoditas juga mengalami penurunan dengan melemahnya indeks Reuters/Jefferies CRB sebesar 3.9%. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 34 dolar (4%) dand itutup pada posisi 821 dolar per ons. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak tanggal 1 Desember lalu. Harga emas pada perdagangan malam tadi juga sempat mencapai level 817.10 dolar, terendah sejak tanggal 12 Desember lalu. Menurut analisis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih berpotensi untuk menguat. Potensi menguat emas ini didorong oleh kondisi dolar yang masih labil. Dolar AS diperkirakan masih akan mengalami tekanan disebabkan ekonomi AS yang masih akan memburuk. Untuk saat ini harga emas masih akan cenderung berada di kisaran 800 - 950 dolar per ons. Untuk jangka panjang emas berpotensi menembus level 1000 dolar per ons. (IA)

Jagung Melemah Tajam Iringi Penurunan Harga Minyak. Harga Kakao Di ICE Futures Turun ke Terendah Empat Minggu. Harga Kedelai di CBOT limit down

Jagung Melemah Tajam Iringi Penurunan Harga Minyak
Selasa, 13 Januari 2009 - 10:10
iznews - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (13/01) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga jagung ditutup dengan membukukan penurunan sebesar limit yang diijinkan di bursa CBOT. Anjloknya harga minyak mentah dan laporan USDA bahwa proyeksi produksi jagung mengalami kenaikan dari proyeksi bulan Desemeber lalu. Anjloknya harga minyak pada perdagangan malam tadi mencapai hamper 8%. Kondisi ini dipandang sebagai akibat dari melemahnya permintaan akibat memburuknya resesi. Penurunan harga jagung disebabkan karena jagung merupakan komoditas yang lazim digunakan sebagai bahan baku bio fuel, sumber energi alternatif. Harga jagung berjangka unuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 30 sen (7.3%), yang merupakan limit down di bursa CBOT. Harga komoditas ini ditutup pada posisi 3.8075 dolar per bushel. Harga kontrak jagung paling aktif telah mengalami penurunan sebesar 52% sejak mencetk rekor pada tanggal 27 Juni lalu di harga 7.9925 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Harga Kakao Di ICE Futures Turun ke Terendah Empat Minggu
Selasa, 13 Januari 2009 - 10:00
iznews - Commodity) - Harga kakao turun ke terendah empat minggu, Selasa 12 Januari, karena tekanan harga komoditas lain seperti harga minyak dan grain, juga menguatnya dolar AS. Dengan krisis ekonomi saat ini maka permintaanpun menurun menyebabkan harga komoditaspun menurun, Harga kakao Maret turun $79 menjadi $2,506 permetrik ton dan kontrak Mei turun $72 menjadi $2,507. Pada pembukaan pasar harga sempat tidak berubah, tapi setelah harga komoditas lain menurun maka harga kakao ikut turun ke harga terendah satu bulannya. Harga diperkirakan akan turun ke harga support $2,500 per ton.

Gandum AS Melemah Tajam, Proyeksi Produksi Naik
Selasa, 13 Januari 2009 - 10:00
iznews - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (13/01) terpantau mengalami penurunan tajam. Harga komodits ini sempat mencapai level penurunan limit-down di bursa pada perdagangan malam tadi. Anjloknya harga komoditas ini didorong oleh proyeksi Departemen Pertanian AS bahwa supply gandum AS akan lebih besar dibandingkan proyeksi yang dibuat pada bulan Desember lalu. Diperkirakan bahwa cadangan gandum global akan mengalami kenaikan menjadi 148.4 juta metric ton pada akhir tahun pemsaran tanggal 31 Mei mendatang. Proyeksi yang dibuat bulan ini lebih tinggi 0.7% dibandingkan proyeksi yang dibuat pada bulan Desember lalu. Harga gandum berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 59.75 sen (9.5%) dan ditutup pada posisi 5.6975 dolar per bushel. Harga sempat mengalami penurunan sebesar 60 sen, yaitu limit down perdagangan gandum di bursa CBOT. Harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 58% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari tahun 2008 lalu di posisi 13.495 dolar per bushel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel.

Harga Kedelai di CBOT Turun ke Harga Limit Terendah
Selasa, 13 Januari 2009 - 09:45
iznews - Commodity) - Harga kedelai di CBOT turun ke harga limit terendah karena Laporan USDA, yang mengatakan bahwa produksi diatas perkiraan. Banyak faktor tambahan dari turunnya harga kedelai selain Laporan USDA seperti penurunan harga dari minyak mentah, menguatnya dolar AS, likuidasi untuk mengambil keuntungan dari naiknya harga kedelai minggu lalu. Harga kedelai Maret turun 70 cent menjadi $9.66.Harga soymeal turun $20 menjadi $294.5 perton. Harga minyak kedelai turun 231 point menjadi 34.41 cent. Ramalan cuaca di Argentina masih panas dan kurang hujan, tapi karena faktor2 lain lebih kuat sehingga harga kedelai masih turun.

Minyak Mentah Melanjutkan Melemah oleh Spekulasi Kenaikan Cadangan AS.

Minyak Mentah Melanjutkan Melemah oleh Spekulasi Kenaikan Cadangan AS
Selasa, 13 Januari 2009 - 11:00
(News - Hard Commodity) - Harga minyak mentah pada perdagangan elektronik di Asia hari ini (13/01) mengalami penurunan untuk enam hari berturut-turut. Harga komoditas energi ini mengalami penurunan melanjutkan penurunan sebesar 7.9% pada penutupan perdagangan dini hari tadi seiring dengan spekulasi bahwa cadangan minyak mentah di AS akan kembali mengalami peningkatan. Dijadwalkan bahwa Departemen Energi AS akan mengeluarkan laporan mengenai cadangan minyak mentah di AS hari Rabu besok. Diperkirakan cadangan minyak mentah di AS akan mengalami kenaikan sebesar 2.25 juta barel pada minggu yang berakhir tanggal 9 Januari lalu. Harga kontrak bulan Februari di Nymex saat ini mengalami discount sebesar 35% dari kontrak Desember. Kondisi ini lazim disebut contango, di mana pada trader memberikan harga yang lebih tinggi bagi kontrak untuk pengiriman yang lebih lama. Harga minyak mentah Nymex pada perdagangan elektronik hari ini mengalami penurunan sebesar 47 sen (1.3%) dan ditutup pada posisi 37.12 dolar per barel. Selama enam hari belakangan harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 24%. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar 3.24 dolar (7.9%) menjadi 37.59 dolar per barel. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel.

Karet Melemah Iringi Penurunan Minyak Mentah. Emas Rebound Setelah Anjlok Tajam Malam Tadi

Karet Melemah Iringi Penurunan Minyak Mentah
Selasa, 13 Januari 2009 - 15:00
(News - Commodity) - Harga karet berjangka pada perdagangan di bursa Tokyo siang hari ini (13/01) terpantau mengalami penurunan. Harga karet melemah seiring dengan turunnya penjualan mobil dan kendaraan bermotor lainnya di China. Kondisi ini memberiakn kekhawatiran bahwa permintaan karet akan terus mengalami penurunan. Penjualan mobil di China mengalami penurunan sebesar 8% di bulan Desember lalu. Diperkirakan penurunan angka penjualan mobil tersebut akan makin berlanjut tahun ini dam mencapai level paling rendah sejak tahun 1998. anjloknya harg akaret juga dipicu oleh anjlokny aharga minyak mentah. Harga karet alami berjangka untuk kontrak bulan Juni mengalami penurunan sebesar 3.7% dan diperdagangkan pada posisi 144.2 yen per kilo gram (1612 dolar per metric ton). Harga karet berjangka untuk kontrak bulan Mei di bursa Shanghai mengalami penurunan sebesar 0.3% menjadi 12319 yuan (1800 dolar per ton). Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka akan cenderung mengikuti pergerakan harga minyak mentah. Dengan demikian dalam jangka pendek harga karet masih akan mengalami tekanan akibat turunnya harga minyak mentah.

Emas Rebound Setelah Anjlok Tajam Malam Tadi
Selasa, 13 Januari 2009 - 13:16
(News - Hard Commodity) - Harga emas pada perdagangan sesi Asia hari ini (13/01) mengalami peningkatan. Harga emas menguat setelah bursa saham mengalami penurunan secara global. Anjloknya bursa saham ini mengakibatkan para investor kembali berminat terhadap investasi emas yang lazim digunakan sebagai sarana investasi alternatif dan safe haven. Kenaikan harga emas pada perdagangan hari ini juga merupakan imbas teknikal setelah pada perdagangan di Nymex yang ditutup dini hari tadi mengalami penurunan yang sangat besar. Malam tadi harga emas membukukan penurunan terbesar sejak enam minggu belakangan seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar dan melemahnya harga minyak mentah dan komoditas lainnya. Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 0.8% pada hari ini dan diperdagangkan pada posisi 827.30 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 0.6% dan diperdagangkan pada posisi 826 dolar per ons. Menurut analisis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih berpotensi untuk menguat. Potensi menguat emas ini didorong oleh kondisi dolar yang masih labil. Dolar AS diperkirakan masih akan mengalami tekanan disebabkan ekonomi AS yang masih akan memburuk. Untuk saat ini harga emas masih akan cenderung berada di kisaran 800 - 950 dolar per ons. Untuk jangka panjang emas berpotensi menembus level 1000 dolar per ons.

Minggu, 11 Januari 2009

Gandum Menguat, Area Tanam di AS Mengalami Penurunan. Jagung Berjangka Menguat oleh Cuaca Kering di Amerika latin

Gandum Menguat, Area Tanam di AS Mengalami Penurunan
Senin, 12 Januari 2009 - 09:10
(News - Commodity) - Harga gandum berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi (12/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga gandum menguat dan melengkapi minggua kelima berturut-turutnya membukukan peningkatan mingguan. Kenaikan harga gandum ini dipicu oleh ekspektasi bahwa produksi di AS akan mengalami penurunan. Diperkirakan jumlah area penanaman yang akan menghasilkan gandum hanya sebesar 44.056 juta hektar pada periode September - November. Angka ini mengalami penurunan sebesar 4.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor gandum di AS mengalami penurunan dan harga anjlok lebih dari 50% sejak mencetak rekor pada tanggal 27 Februari lalu. Harga gandum berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 17 sen (2.9%) dan ditutup pada posisi 6.295 dolar per bushel. Harga gandum minggu lalu mengalami peningkatan sebesar 3%. Sejak mencetak rekor harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 53%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gandum berada di kisaran 5 - 7 dolar per bushel.

Jagung Berjangka Menguat oleh Cuaca Kering di Amerika latin
Senin, 12 Januari 2009 - 08:10
(News - Commodity) - Harga jagung berjangka pada penutupan perdagangan di bursa CBOT akhir minggu lalu mengalami peningkatan yang cukup besar. Harga jagung mengalami kenaikan setelah adanya spekulasi bahwa cuaca di Amerika Latin masih akan panas dan kering. Kondisi ini akan mengakibatkan turunnya hasil panen di regional tersebut. Diperkirakan bahwa curah hujan di Amerika Latin dalam lima hari ke depan akan lebih rendah dari perkiraan. Minimnya curah hujan berakibat turunnya kelembaban. Pada saat ini tanaman di Amerika Latin sedang dalam fase sangat membutuhkan curah hujan sehingga kurangnya curah hujan mengakibatkan stress pada tanaman. Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 4 sen (1%) dan ditutup pada posisi 4.1075 dolar per bushel. Sepanjang minggu ini harga jagung telah mengalami penurunan sebesar 0.4%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan jagung berada di kisaran 3 - 5 dolar per bushel.

Gula Menguat, Produksi India Diperkirakan Turun

Gula Menguat, Produksi India Diperkirakan Turun
Senin, 12 Januari 2009 - 09:30
(News - Commodity) - Harga gula berjangka pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures New York dini hari tadi (12/01) terpantau mengalami peningkatan. Harga gula menguat dan menggenapi peningkatannya untuk tiga minggu berturut-turut di tengah kekhawatiran bahwa produksi gula di India akan mengalami penurunan. Penurunan gula ini justru disertai dengan kenaikan permintaan global. Diperkirakan bahwa India akan memproduksi 20 juta ton gula pada tahun yang berakhir tanggal 30 September mendatang. Estimasi produksi ini berarti mengalami penurunan dibandinkan produksi aktual 26.4 juta ton pada tahun sebelumnya. Harga gula berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 0.02 sen (0.2%) dan ditutup pada posisi 12.05 sen per pon. Harga gula mengalami peningkatan sebesar 1.7% minggu lalu. Sejak tanggal 19 Desember lalu harga gula telah mengalami peningkatan sebesar 10%. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas pertanian pada tahun 2009 ini akan mengalami rebound. Kondisi ini didasari bahwa pada tahun 2008 lalu penurunan harga yang telah terjadi sudah sangat besar. Untuk saat ini harga kesinambungan gula berada di kisaran 10 - 13 dolar per bushel.