Selasa, 13 Januari 2009

Karet Melemah Iringi Penurunan Minyak Mentah. Emas Rebound Setelah Anjlok Tajam Malam Tadi

Karet Melemah Iringi Penurunan Minyak Mentah
Selasa, 13 Januari 2009 - 15:00
(News - Commodity) - Harga karet berjangka pada perdagangan di bursa Tokyo siang hari ini (13/01) terpantau mengalami penurunan. Harga karet melemah seiring dengan turunnya penjualan mobil dan kendaraan bermotor lainnya di China. Kondisi ini memberiakn kekhawatiran bahwa permintaan karet akan terus mengalami penurunan. Penjualan mobil di China mengalami penurunan sebesar 8% di bulan Desember lalu. Diperkirakan penurunan angka penjualan mobil tersebut akan makin berlanjut tahun ini dam mencapai level paling rendah sejak tahun 1998. anjloknya harg akaret juga dipicu oleh anjlokny aharga minyak mentah. Harga karet alami berjangka untuk kontrak bulan Juni mengalami penurunan sebesar 3.7% dan diperdagangkan pada posisi 144.2 yen per kilo gram (1612 dolar per metric ton). Harga karet berjangka untuk kontrak bulan Mei di bursa Shanghai mengalami penurunan sebesar 0.3% menjadi 12319 yuan (1800 dolar per ton). Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka akan cenderung mengikuti pergerakan harga minyak mentah. Dengan demikian dalam jangka pendek harga karet masih akan mengalami tekanan akibat turunnya harga minyak mentah.

Emas Rebound Setelah Anjlok Tajam Malam Tadi
Selasa, 13 Januari 2009 - 13:16
(News - Hard Commodity) - Harga emas pada perdagangan sesi Asia hari ini (13/01) mengalami peningkatan. Harga emas menguat setelah bursa saham mengalami penurunan secara global. Anjloknya bursa saham ini mengakibatkan para investor kembali berminat terhadap investasi emas yang lazim digunakan sebagai sarana investasi alternatif dan safe haven. Kenaikan harga emas pada perdagangan hari ini juga merupakan imbas teknikal setelah pada perdagangan di Nymex yang ditutup dini hari tadi mengalami penurunan yang sangat besar. Malam tadi harga emas membukukan penurunan terbesar sejak enam minggu belakangan seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar dan melemahnya harga minyak mentah dan komoditas lainnya. Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 0.8% pada hari ini dan diperdagangkan pada posisi 827.30 dolar per ons. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami peningkatan sebesar 0.6% dan diperdagangkan pada posisi 826 dolar per ons. Menurut analisis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, pergerakan harga emas masih berpotensi untuk menguat. Potensi menguat emas ini didorong oleh kondisi dolar yang masih labil. Dolar AS diperkirakan masih akan mengalami tekanan disebabkan ekonomi AS yang masih akan memburuk. Untuk saat ini harga emas masih akan cenderung berada di kisaran 800 - 950 dolar per ons. Untuk jangka panjang emas berpotensi menembus level 1000 dolar per ons.

Tidak ada komentar: